TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menyebut subsektor aplikasi kini menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi kreatif digital Indonesia. Hal ini seiring dengan besarnya nilai investasi pada subsektor tersebut yang mencapai Rp54,18 triliun.
Riefky mengatakan, capaian investasi tersebut menunjukkan bahwa aplikasi tidak lagi hanya berperan sebagai sektor pendukung dalam ekonomi kreatif.
"Penghargaan ini merupakan inisiatif dari Kementerian Ekraf yang melihat nilai investasi aplikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp54,18 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa subsektor aplikasi tidak lagi berperan sebagai sektor pendukung, melainkan telah menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi kreatif digital Indonesia," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut Riefky, perkembangan tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus memperkuat subsektor aplikasi. Terlebih, Indonesia memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara dengan nilai pasar yang telah melampaui USD80 miliar.
Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, Kementerian Ekraf menggelar IN-Apps 2026 Digital Application Award sebagai wadah apresiasi terhadap pengembang aplikasi nasional.
Riefky menyampaikan bahwa ajang tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan penghargaan, tetapi juga memperkuat ekosistem aplikasi digital Indonesia melalui pertemuan dan kolaborasi antara pengembang, industri, pemerintah, akademisi, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya.
"Penghargaan ini nantinya sebagai kontribusi nyata pelaku aplikasi ini. Tema 'Application as the New Engine of Growth' mencerminkan peran vital aplikasi digital sebagai penggerak utama pertumbuhan di semua subsektor di ekonomi kreatif," jelasnya.
IN-Apps 2026 merupakan bagian dari IN-Apps Summit 2026 dan menjadi salah satu rangkaian menuju penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
Sebanyak 13 kategori akan dinilai berdasarkan enam aspek penilaian melalui proses kurasi oleh lima dewan juri. Puncak penghargaan IN-Apps 2026 akan digelar dalam IN-Apps Summit 2026 pada 14-15 September 2026.
Melalui ajang tersebut, Kementerian Ekraf berharap ekosistem aplikasi digital Indonesia semakin terlihat di tingkat nasional maupun internasional serta mampu membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan inovasi.










