TVRINews, Papua Barat
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mendampingi petani dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, untuk meningkatkan kualitas beras lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Oransbari selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Papua Barat. Beras yang dihasilkan memiliki rasa pulen, menyerupai beras dari Jawa. Namun, kualitasnya belum konsisten karena proses pengeringan dan penyortiran belum terstandarisasi.
Melalui pendampingan tersebut, TEP 20 ITS membantu petani dan pengelola BUMDes memperbaiki tahapan pengolahan gabah, mulai dari pengoperasian mesin penggilingan hingga penyortiran untuk memastikan butiran beras utuh sebelum dikemas.
Perbaikan proses pengolahan ini diharapkan menghasilkan beras dengan mutu lebih konsisten sehingga dapat dikembangkan menjadi produk premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Direktur BUMDes Margomulyo, Ilham, berharap upaya tersebut dapat melahirkan produk beras dengan identitas khas Oransbari.
"Saya sebagai anak muda ingin Oransbari ke depan punya produk beras sendiri, Beras Premium Oransbari," kata Ilham dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Senin, 26 Oktober 2026.
Anggota Tim 20 TEP ITS, Muhamad Iqbal Sidiq, mengatakan pendampingan secara langsung diperlukan agar solusi yang diberikan sesuai dengan persoalan dan kebutuhan masyarakat.
"Terkadang kita luput dalam melakukan pendampingan masyarakat secara langsung dan hanya fokus pada bantuan alat saja. Tim 20 TEP ITS berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan melakukan pendekatan nyata terhadap setiap masalah dan kebutuhan riil masyarakat," ujar Iqbal.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya berfokus pada penyediaan peralatan, tetapi juga memastikan masyarakat memahami proses pengolahan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian.
Dengan demikian, petani diharapkan mampu menerapkan proses pengolahan yang lebih konsisten dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat, Syukur Syarif, menekankan bahwa peningkatan produktivitas pertanian perlu diikuti dengan perbaikan kualitas hasil panen.
"Yang pertama adalah produktivitas, kemudian yang berikutnya adalah kualitas," ucap Syukur.
Syukur menilai, peningkatan kualitas menjadi faktor penting untuk memberikan nilai tambah pada hasil pertanian sekaligus memperkuat daya saing produk. Keterlibatan kelompok tani, pengelola BUMDes, dan pelaku usaha beras juga diharapkan mendukung penerapan pengetahuan serta teknologi pengolahan secara berkelanjutan.
Pengembangan Beras Premium Oransbari sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kemandirian pangan nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya swasembada pangan di tengah ketidakpastian global.
"Pangan itu menentukan. Karena sekarang pangan bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain," tutur Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan pentingnya pengembangan produk unggulan yang memiliki pasar jelas dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di kawasan transmigrasi.
"Temukan produk unggulan yang benar-benar dapat dikembangkan. Jangan hanya melihat apa yang bisa dibuat, tetapi juga siapa yang akan membeli dan bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," imbuh Iftitah saat berdialog dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan Tim Ekspedisi Patriot di Kawasan Transmigrasi Prafi, Manokwari, Sabtu, 12 September 2026.
Melalui Program Ekspedisi Patriot 2026, Kementerian Transmigrasi bersama perguruan tinggi mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah di kawasan transmigrasi.
Di Oransbari, pendampingan standarisasi mutu menjadi langkah awal untuk membangun identitas Beras Premium Oransbari, meningkatkan nilai tambah hasil panen, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani setempat.










