TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menilai konser berskala internasional seperti YE Live in Jakarta 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kapasitas talenta Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Menurut Riefky, penyelenggaraan konser internasional tidak seharusnya hanya berfokus pada pengalaman penonton. Keterlibatan pegiat kreatif dan pelaku usaha lokal juga perlu diperkuat agar kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
"Kami memandang konser internasional tidak sekadar sebagai ajang pertunjukan, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Keterlibatan para pegiat kreatif dalam proses produksi memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus memperoleh pengalaman bekerja dengan standar internasional," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Senin, 26 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, keterlibatan dalam produksi acara berskala global memberikan kesempatan bagi talenta Indonesia untuk memahami standar kerja profesional, mengembangkan kompetensi teknis, serta membangun jejaring dengan pelaku industri hiburan internasional.
Dengan pengalaman tersebut, konser internasional dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengembangan sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif.
Lebih lanjut, Riefky juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum konser untuk mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia mengambil peluang yang lebih luas. Menurutnya, kolaborasi dan kekuatan penceritaan dapat menjadi bagian dari strategi untuk memperkenalkan potensi kreatif Indonesia ke pasar global.
"Antusiasme yang terbangun tidak boleh berhenti di dalam stadion, tetapi juga harus menginspirasi masyarakat di luar stadion. Karena itu, kekuatan penceritaan dan kolaborasi menjadi kunci untuk menyatukan semangat dan mendorong lebih banyak pihak mengambil peluang yang ada. Dengan cara pandang dan strategi yang tepat, momentum ini dapat menjadi langkah bagi pelaku ekraf Indonesia untuk menembus panggung global," ucapnya.
Selain pengembangan talenta, konser internasional juga berpotensi memberikan efek berganda bagi perekonomian melalui keterlibatan berbagai sektor pendukung, mulai dari jasa produksi, transportasi, akomodasi, kuliner, hingga usaha lokal lainnya.
Perputaran aktivitas tersebut membuka peluang bagi tenaga kerja dan pelaku usaha untuk terlibat dalam rantai nilai penyelenggaraan acara. Karena itu, penguatan peran pelaku lokal dan pemanfaatan kapasitas dalam negeri menjadi faktor penting untuk memperluas manfaat ekonomi dari konser berskala global.
Peluang kolaborasi tersebut telah terlihat dalam rangkaian prakonser YE Live in Jakarta 2026 melalui pertunjukan Tunnel Vision: An Ode to Ye yang digelar Raw Vision Collective (RVC) di SCBD Tunnel, Jakarta, pada 18 Oktober 2026.
Pertunjukan tersebut mempertemukan musisi internasional Tony Williams dengan talenta Indonesia, yakni Angel Pieters, Dre Synth, dan Glorify The Lord Ensemble (TLE). Kolaborasi musik modern, paduan suara, dan instrumen tradisional Indonesia menjadi contoh pertemuan pendekatan musikal kontemporer dengan kekayaan musik nasional.
Melalui momentum tersebut, penyelenggaraan konser internasional diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperluas ruang kolaborasi, meningkatkan kompetensi talenta lokal, serta memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia di panggung global.










