TVRINews, Jakarta
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban, Mohd. Arief Agustian, menyampaikan bahwa Pelabuhan Patimban resmi melayani kegiatan impor peti kemas internasional perdana. Capaian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat peran Pelabuhan Patimban sebagai salah satu simpul logistik nasional.
Layanan impor perdana itu ditandai dengan kedatangan kapal MV MSC CARLA III di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban. Kapal tersebut tiba dari Singapura pada Minggu, 19 Juli 2026, dan menyelesaikan kegiatan bongkar muat pada Selasa, 21 Juli 2026.
Mohd. Arief mengatakan, layanan impor ini melengkapi aktivitas ekspor peti kemas internasional yang sebelumnya telah lebih dulu berjalan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kesiapan Pelabuhan Patimban dalam melayani arus perdagangan internasional secara reguler.
“Pelaksanaan impor peti kemas internasional perdana ini menjadi bukti bahwa Pelabuhan Patimban semakin siap melayani kebutuhan logistik nasional. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas perdagangan sekaligus mendukung pertumbuhan industri dan investasi,” ujar Mohd. Arief Agustian, Selas, 21 Juli 2026.
Dalam kegiatan perdana tersebut, total bongkar muat mencapai 1.632 TEUs. Rinciannya, sebanyak 1.248 TEUs merupakan muatan ekspor dan 384 TEUs berupa muatan impor.
Untuk muatan impor, komoditas yang dibongkar berupa komponen kendaraan BYD yang selanjutnya dikirim menuju fasilitas produksi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sementara muatan ekspor berupa bahan baku kertas dikirim melalui jaringan pelayaran internasional menuju negara tujuan.
Mohd. Arief menambahkan, keberadaan layanan internasional ini memberikan alternatif baru bagi pelaku usaha dalam mendukung kelancaran distribusi barang, khususnya bagi kawasan industri di Jawa Barat dan wilayah sekitarnya.
“Pelabuhan Patimban tidak hanya berfungsi sebagai pintu keluar produk ekspor, tetapi juga mulai berperan sebagai pintu masuk bahan baku industri. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok dan efisiensi logistik nasional,” katanya.
Kegiatan pelayaran tersebut menjadi bagian dari layanan reguler Enhanced Seahorse Service yang menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan sejumlah pelabuhan internasional di kawasan Asia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Tiongkok.
Dengan dimulainya layanan ekspor dan impor peti kemas internasional, Pelabuhan Patimban diharapkan semakin memperkuat posisi sebagai gerbang logistik Indonesia serta mendukung perkembangan industri nasional.










