TVRINews, Jakarta
Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 mencatatkan kinerja positif sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year), lebih tinggi dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen.
Pertumbuhan ini terutama disokong oleh kinerja sektor industri pengolahan yang menjadi sumber pertumbuhan terbesar bagi perekonomian nasional.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, dalam siaran langsung rilis Berita Resmi Statistik melalui kanal YouTube BPS Statistics pada Rabu, 5 Agustus 2026.
"Secara global berdasarkan laporan World Economic Outlook pada bulan Juli 2026 yang dirilis oleh IMF, perdagangan barang dan jasa diperkirakan tumbuh melambat sepanjang tahun 2026. Secara umum perkembangan komoditas terutama perdagang Indonesia pada Tribulan II tahun 2026 cenderung meningkat, harga minyak lapas sawit, biji besi, batu bara, nikel, dan minyak mentah mengalami peningkatan baik secara key to key maupun year on year, sementara harga gas alam mengalami penurunan baik secara key to key maupun year on year. Selanjutnya saya akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Tribulan II tahun 2026," ujar Edy Mahmud.
Edy merincikan besaran PDB Indonesia serta laju pertumbuhan ekonomi baik secara triwulanan, tahunan, maupun akumulasi pada semester pertama tahun 2026.
"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto PDB pada Tribulan II tahun 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.552,1 triliun, atas harga konstan Rp3.576,2 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Tribulan II tahun 2026 bila dibandingkan dengan Tribulan II tahun 2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,29 persen. Bila dibandingkan dengan Tribulan I tahun 2026 atau secara key to key tumbuh sebesar 3,73 persen. Dan bila dibandingkan dengan semester I tahun 2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,45 persen," jelasnya.
Lebih lanjut, Edy memaparkan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Laju pertumbuhan ekonomi secara triwulanan (quarter to quarter) sebesar 3,73 persen dinilai konsisten dengan pola historis triwulanan pada periode tahun-tahun sebelumnya.
"Selanjutnya saya akan menyampaikan perkembangan ekonomi Indonesia sejak Tribulan I 2021 sampai dengan Tribulan II 2026. Secara key to key pertumbuhan ekonomi Tribulan II 2026 tumbuh sebesar 3,73 persen. Pertumbuhan ekonomi secara key to key ini sejalan dengan pola yang terjadi di tahun-tahun yang sebelumnya," ujar Edy.
"Secara year on year ekonomi Tribulan II 2026 tumbuh 5,29 persen dibandingkan dengan Tribulan yang sama di tahun yang sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan Tribulan II 2025 yang tumbuh sebesar 5,12 persen year on year. Selanjutnya saya akan menyampaikan pertumbuhan ekonomi Tribulan II 2026 dibandingkan dengan Tribulan II 2025 atau secara year on year," lanjutnya.
Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada periode ini, disusul oleh perdagangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi.
"Jika dilihat dari sumber pertumbuhannya, pada Tribulan II 2026 lapangan usaha industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 0,90 persen. Selain itu pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,83 persen. Kontruksi dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,62 persen serta infokom dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,48 persen," pungkasnya.









