TVRINews, Jakarta
Pemerintah menilai pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memaparkan dari sisi lingkungan, penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dan efisien dibandingkan distribusi LPG dalam tabung.
Keberadaan jargas juga mengurangi kebutuhan distribusi tabung LPG sehingga dapat menekan penggunaan kendaraan angkut, mengurangi emisi gas buang, serta meminimalkan kemacetan yang ditimbulkan dari rantai logistik.
"Beberapa dampak positif jargas terhadap lingkungan, yakni mengurangi kegiatan transportasi dan distribusi tabung LPG, menurunkan konsumsi bahan bakar kendaraan pengangkut, serta mengurangi emisi dan kemacetan dari rantai logistik LPG," kata Qodari dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Pembangunan jargas juga memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional. Proyek tersebut mendorong tumbuhnya kebutuhan tenaga kerja, jasa konstruksi, manufaktur, pengawasan, hingga pengoperasian di berbagai daerah.
Selain itu, program ini membuka peluang pasar bagi industri dalam negeri, mulai dari produsen pipa polietilen, pipa baja, hingga perusahaan jasa konstruksi dan rekayasa (engineering). Menurutnya, kondisi tersebut akan memperkuat rantai industri gas nasional dari sektor hulu hingga hilir.
Bagi masyarakat, manfaat jargas juga dirasakan secara langsung dalam aktivitas sehari-hari. Gas dialirkan melalui jaringan pipa sehingga pelanggan tidak lagi perlu membeli, mengangkut, maupun mengganti tabung LPG. Pasokan gas tersedia secara terus-menerus dan pengguna hanya membayar sesuai volume pemakaian yang tercatat pada meter.
Dari sisi ekonomi, penggunaan jargas diperkirakan mampu menghemat pengeluaran rumah tangga. Qodari menyebut setiap rumah tangga berpotensi menghemat sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per bulan atau setara Rp600 ribu hingga Rp900 ribu per tahun.
"Secara ekonomi, penggunaan jargas dapat menghemat pengeluaran rumah tangga. Dengan asumsi konsumsi 3 tabung LPG 3 kg per bulan serta harga jargas sekitar Rp4.000 per meter kubik, rumah tangga diperkirakan dapat berhemat antara Rp50.000 sampai dengan Rp80.000 per bulan atau Rp600.000 hingga Rp900.000 per tahun sesuai tarif jargas dan harga LPG di masing-masing daerah," tuturnya.
Pemerintah juga memastikan jaringan gas dibangun menggunakan peralatan yang memenuhi standar keselamatan. Setiap instalasi juga melalui pengujian kebocoran, pemeriksaan teknis, serta pemeliharaan secara berkala untuk menjamin keamanan pengguna.









