TVRINews – Jakarta
Perempuan Pertama Pimpin Bank Indonesia, Destry Damayanti Dapat Apresiasi dari PIM
Destry Damayanti Pimpin BI, PIM Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Perempuan Berbasis Kompetensi
Terpilihnya Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 mendapat apresiasi dari Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro, S.H., M.H. Menurut Lana, kepercayaan tersebut bukan hanya menjadi tonggak penting bagi Bank Indonesia, tetapi juga menandai sejarah baru bagi kepemimpinan perempuan di Indonesia.
Destry menjadi perempuan pertama yang secara definitif dipercaya memimpin bank sentral Indonesia. Ia resmi dilantik pada Rabu (2/9/2026), setelah sebelumnya melalui proses pencalonan dan persetujuan sesuai mekanisme yang berlaku.
Lana menilai terpilihnya Destry merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi, kapasitas, pengalaman serta rekam jejak panjangnya di bidang ekonomi, keuangan, perbankan dan kebijakan publik.
“Saya kira rekam jejak dan kompetensi Ibu Destry menjadi pertimbangan penting Presiden Prabowo Subianto. Beliau bukan figur yang tiba-tiba muncul, tetapi sosok yang sudah sangat panjang berkecimpung di dunia ekonomi, keuangan dan kebijakan publik,” ujar Lana.
Menurut Lana, pengalaman Destry yang melintasi berbagai institusi strategis membuatnya memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika perekonomian nasional.
“Pengalamannya lengkap. Beliau pernah berada di dunia akademik, pemerintahan, sektor perbankan, pasar keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan sampai Bank Indonesia. Jadi kalau berbicara mengenai stabilitas ekonomi dan sistem keuangan, Ibu Destry memiliki pengalaman yang sangat panjang,” katanya.
Lana melihat terpilihnya Destry sebagai Gubernur BI juga menjadi bukti semakin terbukanya ruang bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis dalam institusi negara.
“Ini tentu membanggakan bagi perempuan Indonesia. Kepemimpinan perempuan bukan lagi sebatas representasi, tetapi harus berbicara tentang kompetensi, kapasitas dan kemampuan mengambil keputusan. Ibu Destry telah menunjukkan itu melalui perjalanan kariernya,” tegas Lana.
Apresiasi tersebut, lanjut Lana, juga tidak terlepas dari komunikasi dan hubungan kolaboratif yang selama ini terbangun antara PIM dan Destry, khususnya dalam berbagai kegiatan edukasi dan literasi keuangan.
Saat masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry turut terlibat dalam berbagai upaya mendorong peningkatan literasi serta edukasi keuangan masyarakat, termasuk bagi perempuan dan pelaku UMKM.
Dalam berbagai kegiatan tersebut, PIM dan Destry berdiskusi mengenai tantangan ekonomi, literasi keuangan, pemberdayaan perempuan hingga penguatan UMKM.
“Kami cukup sering berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam kegiatan edukasi keuangan. Ibu Destry juga merupakan sosok yang sangat terbuka untuk berdiskusi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan,” ungkap Lana.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuat PIM melihat Destry bukan hanya sebagai figur yang memahami angka dan kebijakan ekonomi, tetapi juga mampu menjelaskan persoalan ekonomi dan keuangan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
“Yang kami lihat, Ibu Destry mampu menjelaskan persoalan ekonomi dan keuangan dengan perspektif yang bisa diterima masyarakat. Ini penting karena kebijakan bank sentral pada akhirnya memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Lana menilai penguatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan.
“Perempuan hari ini bukan hanya mengelola keuangan keluarga. Banyak perempuan menjadi pelaku UMKM, entrepreneur dan penggerak ekonomi. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, sistem pembayaran digital, akses pembiayaan dan investasi yang sehat harus terus diperkuat,” ujar Lana.
Ia berharap kepemimpinan Destry di Bank Indonesia dapat semakin memperluas akses masyarakat terhadap edukasi dan inklusi keuangan.
“Kami berharap kepemimpinan Ibu Destry dapat semakin memperkuat ekonomi yang inklusif. Perempuan harus semakin mudah mendapatkan akses terhadap informasi, teknologi keuangan, pembiayaan dan berbagai peluang ekonomi,” katanya.
Dari Akademisi hingga Bank Sentral
Destry Damayanti memiliki perjalanan karier panjang sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi tertinggi di Bank Indonesia.
Perempuan kelahiran Jakarta pada 1963 itu merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Cornell University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Destry mengawali perjalanan profesionalnya di dunia akademik sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Kariernya kemudian berkembang ke pemerintahan. Destry pernah berkiprah di Kementerian Keuangan sebelum melanjutkan perjalanan profesional di Citibank.
Ia juga dipercaya menjadi Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia. Pengalaman tersebut semakin memperluas perspektifnya mengenai ekonomi Indonesia dan hubungan ekonomi internasional.
Memasuki sektor keuangan, Destry dipercaya menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005–2011. Setelah itu, ia menjabat sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011–2015.
Di tengah kiprahnya di Bank Mandiri, pemerintah juga mempercayakan Destry sebagai Ketua Satuan Tugas Ketahanan Ekonomi di Kementerian BUMN pada 2014–2015.
Kariernya berlanjut ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Destry menjadi Anggota Dewan Komisioner LPS periode 2015–2019.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke Bank Indonesia. Pada 7 Agustus 2019, Destry resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Ia kembali dipercaya menduduki posisi tersebut untuk periode berikutnya. Ketika terjadi pergantian kepemimpinan Bank Indonesia pada Juli 2026, Destry kemudian dipercaya menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.
Rangkaian pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika Presiden Prabowo Subianto mengajukan Destry sebagai calon Gubernur Bank Indonesia kepada DPR RI.
Setelah menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan, DPR RI memberikan persetujuan terhadap Destry untuk memimpin Bank Indonesia periode 2026–2031.
Bagi Lana T. Koentjoro, kepemimpinan Destry harus menjadi inspirasi bagi semakin banyak perempuan Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.
“Ini adalah momentum penting. Perempuan Indonesia harus melihat bahwa kesempatan untuk memimpin institusi strategis terbuka semakin luas. Tetapi yang paling penting adalah kita harus mempersiapkan kompetensi dan kapasitas sejak awal,” tutur Lana.









