TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa memastikan cadangan beras nasional dalam kondisi aman dan diperkirakan mencukupi kebutuhan untuk 10 bulan ke depan. Hingga Oktober 2026, cadangan beras nasional tercatat mencapai 4,5 juta ton.
Hal itu dikatakan Saleh saat memberikan keynote speech dalam acara Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 yang diselenggarakan di The Tribrata Hotel, Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.
"Alhamdulillah sampai dengan saat ini stok beras kita aman sampai 10 bulan ke depan. Ini capaian yang tertinggi, cadangan beras kita sampai dengan Oktober adalah 4,5 juta ton," ujar Saleh.
Saleh menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi musim hujan guna menjaga produksi pertanian dan mencegah gagal panen.
Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto sempat menghubungi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk menanyakan kesiapan sektor pertanian menghadapi musim hujan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kesiapan pompa untuk mengantisipasi potensi banjir di lahan persawahan.
"Kemarin Bapak Presiden telepon ke Pak Mentan, saya ada di samping. Beliau menanyakan tentang kesiapan kita untuk menghadapi musim hujan. Beliau tanya apakah pompa-pompa sudah disiapkan? Siap. Apakah nanti petani-petani tidak akan gagal panen? Kita akan melakukan intervensi pompa untuk mengantisipasi sawah yang banjir," ujarnya.
Saleh kemudian menceritakan jawaban Mentan kepada Presiden terkait kondisi alam yang mengalami pergantian musim. Mentan menjelaskan bahwa musim kemarau akan berganti menjadi musim hujan, kemudian kembali memasuki musim kemarau. Karena itu, hal terpenting adalah memastikan stok pangan nasional tetap tersedia.
"Lantas apa jawabnya Pak Menteri kepada beliau? 'Pak Presiden, memang alam ini habis panas musim kemarau, habis itu datang musim hujan. Nanti habis musim hujan akan datang musim panas.' 'Loh maksudnya apa, Pak Menteri?' 'Yang penting stok pangan nasional kita aman' Stok pangan nasional kita aman," pungkasnya.









