Penulis : Agus Topo
TVRINews, Bengkulu
Seluruh pemegang saham yang Hadir Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu, Bank Bengkulu (BB) Tahun 202 di Balai Raya Semarak Provinsi yang dipimpin Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Kamis (9/12) sepakat tanpa voting melakukan perombakan manajemen, baik di jajaran komisaris maupun dari tataran direksi.
Perombakan manajemen tersebut dilaksanakan dengan memberhentikan secara hormat diiringi ucapan terima kasih kepada Dirut Bank Bengkulu Agusalim, kemudian kepada Direktur Kepatuhan Bank Bengkulu Yanti Kurniati dan salah satu komisaris utusan pemegang saham Bank Bengkulu Mulyadi.
Dijelaskan Rohidin Mersyah, dari RUPS-LB yang dilaksanakan oleh para pemenang saham, dihasilkan keputusan sangat mendasar terkait beberapa hal.
Di antaranya terkait evaluasi kinerja internal yang dilakukan oleh jajaran komisaris dan evaluasi eksternal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di mana banyak persoalan-persoalan mendasar yang harus diselesaikan secara internal agar akselerasi gerak manajemen Bank Bengkulu menjadi lebih baik.
Selain itu ke depan, lanjut Gubernur, tantangan Bank bengkulu akan semakin kompetitif dengan dunia perbankan, apalagi sekarang adanya peraturan OJK Nomor 12 tahun 2020, terkait bagaimana bank harus bertransformasi dengan beberapa program digital, kecukupan modal minimum Rp3 triliun di tahun 2024 dan berkolaborasi dengan bank lain.
"Itu jelas dibutuhkan leadership manajemen yang lebih terbuka, ekspansif dan lebih progresif. Maka tadi RUPS Luar Biasa sepakat bulat tanpa voting melakukan perombakan manajemen, baik di jajaran komisaris maupun dari tataran direksi," jelas Rohidin.
"Sementara pengganti Dirut Bank Bengkulu yang baru, akan mengikuti tahapan selanjutnya," pungkas Rohidin.










