TVRINews - Jakarta
Tepat di Hari Kebangkitan Nasional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Setelah sempat dibuka melemah di posisi 6.352, IHSG terpantau bergerak rebound ke level 6.430 pagi ini pukul 10:28 WIB.

(Chart IHSG pagi ini, Rabu 20 Mei 2026. (sumber: TradingView))
Performa positif tersebut membalikkan arah dari penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei, di mana indeks sempat turun ke posisi terendah di level 6.323 sebelum akhirnya closing di posisi 6.370 karena melemah signifikan hingga 3,46 persen.
Menariknya, di balik kejatuhan IHSG yang mendarat di zona merah pada perdagangan Selasa kemarin, investor asing justru memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan aksi borong saham. Berseberangan dengan tren pelemahan indeks, investor asing mencatatkan aksi atau net buy mencapai Rp306,34 miliar di pasar reguler, dan total Rp260,12 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu pada perdagangan hari ini, aksi borong oleh investor asing terpantau masih terus berlanjut di sejumlah saham pilihan. Di antaranya PT Timah Tbk (TINS) memimpin usai mengalami net buy foreign sebanyak Rp27,35 miliar.
Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga ikut menjadi pendongkrak pergerakan indeks dengan mencatatkan aksi beli bersih asing sebesar Rp10,01 miliar, yang kemudian disusul oleh saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan nilai net buy foreign mencapai Rp8,82 miliar.
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan pasar ke depan akan sangat dipengaruhi oleh dua sentimen domestik utama.
"Pelaku pasar tengah mengantisipasi pidato langsung Presiden Prabowo Subianto mengenai KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR RI untuk membaca arah kebijakan fiskal di tengah fluktuasi nilai rupiah."
Di sisi lain, konsensus memperkirakan Bank Indonesia akan mengerek BI Rate naik ke level 5% sebagai langkah agresif untuk menstabilkan kurs rupiah dan menahan laju capital outflow.
Investor domestik maupun global tengah mencermati sentimen makro yang krusial, terutama menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait keputusan BI Rate terbaru.










