TVRINews – Surabaya
Menteri Pertanian menyebut lonjakan serapan gabah nasional menjadi sinyal kuat penguatan fondasi swasembada pangan.
Pemerintah Indonesia melaporkan lonjakan signifikan pada stok cadangan beras nasional yang memicu Perum Bulog untuk menambah kapasitas penyimpanan melalui skema sewa gudang di berbagai titik sentra pangan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa kondisi gudang yang nyaris melampaui kapasitas ini merupakan indikator riil dari meningkatnya produksi padi di tingkat petani serta efektivitas penyerapan hasil panen oleh pemerintah.
"Jika ada pihak yang meragukan ketersediaan stok saat ini, fakta di lapangan menunjukkan kita harus menyewa gudang tambahan karena fasilitas yang ada sudah penuh," ujar Amran dikutip kamis 14 Mei 2026.
Ekspansi Kapasitas Penyimpanan
Di wilayah Surabaya, kapasitas gudang internal Bulog sebesar 200.000 ton dilaporkan telah terisi penuh. Sebagai langkah mitigasi, Bulog menambah dua gudang sewa di Romokalisari berkapasitas 8.000 ton yang kini telah terisi sebanyak 7.610 ton beras.
Tingginya volume stok ini didorong oleh aliran pasokan dari daerah penyangga seperti Gresik dan Sidoarjo, dengan rata-rata serapan harian mencapai 1.500 ton gabah atau setara dengan 750 ton beras.
Secara akumulatif, stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini menyentuh angka 5,3 juta ton. Mengingat kapasitas gudang mandiri Bulog berada di kisaran 4 juta ton, otoritas pangan nasional tersebut telah melakukan ekspansi ruang simpan tambahan hingga 2 juta ton.
Proyeksi Produksi Jawa Timur
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026 memperkuat tren positif ini. Luas panen di Jawa Timur untuk semester pertama tahun ini diproyeksikan mencapai 1,16 juta hektare dengan estimasi produksi beras sebesar 3,82 juta ton. Angka ini menunjukkan pertumbuhan dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,63 juta ton.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh hasil keringat petani terserap secara optimal tanpa terkendala infrastruktur.
"Stok nasional yang mencapai 5,3 juta ton adalah bukti melimpahnya produksi pertanian tahun 2026. Untuk jangka panjang, kami berencana membangun 100 unit gudang baru guna memperkuat kemandirian logistik tanpa ketergantungan pada fasilitas sewa," kata Rizal.
Kenaikan produksi di berbagai daerah lumbung pangan ini diharapkan menjadi fondasi bagi stabilitas harga di tingkat konsumen serta memperkecil ruang bagi ketergantungan terhadap komoditas impor di masa mendatang.










