TVRINews, Jakarta
Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan global, ditopang cadangan devisa tinggi, surplus neraca pembayaran, dan pertumbuhan investasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kondisi ekonomi nasional menunjukkan ketahanan yang baik meski dihadapkan pada dinamika global.
“Fundamental ekonomi kita tetap kuat, terlihat dari berbagai indikator makro yang positif,”kata Airlangga dalam keterangan pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia merinci, cadangan devisa Indonesia saat ini berada di kisaran 148 miliar dolar AS, yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas eksternal. Selain itu, neraca pembayaran Indonesia juga mencatatkan surplus sekitar 6,1 miliar dolar AS, menunjukkan aliran devisa yang masih terjaga.
Dari sisi investasi, realisasi investasi nasional tumbuh sekitar 7 persen, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, kondisi fundamental tersebut menjadi penopang utama stabilitas ekonomi nasional.
“Cadangan devisa kita kuat, inflasi rendah, dan pertumbuhan ekonomi tetap tinggi. Ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga,”ungkap Perry.
Ia menambahkan, meskipun terdapat tekanan dari faktor global seperti kenaikan suku bunga negara maju, kondisi domestik yang solid akan mampu meredam dampaknya.
“Dengan fundamental yang kuat, kita optimistis ekonomi Indonesia tetap stabil dan mampu tumbuh berkelanjutan,”tutur Perry.
Pemerintah optimistis, kekuatan fundamental tersebut akan menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya tahan Indonesia menghadapi ketidakpastian global.










