TVRINews, Jakarta
Pemerintah melaporkan kinerja ekonomi nasional tetap solid pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan sekitar 5,1 persen. Capaian ini menempatkan Indonesia di jajaran atas negara-negara G20, bahkan melampaui sejumlah negara besar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari ekspektasi berbagai lembaga yang sebelumnya memproyeksikan di kisaran 5,2 persen.
“Pertumbuhan ini relatif tinggi dibandingkan negara lain dan berada di atas ekspektasi,”ujar Airlangga dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sekitar 5,52 persen, serta kinerja positif dari berbagai sektor usaha seperti industri pengolahan, perdagangan, transportasi, konstruksi, hingga pertanian.
Selain itu, stabilitas ekonomi juga tercermin dari inflasi yang berhasil ditekan di kisaran 2,4 persen, turun dibandingkan periode sebelumnya. Indeks keyakinan konsumen pun tetap berada pada level optimistis, mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga.
Dari sisi eksternal, cadangan devisa tercatat kuat, sementara neraca pembayaran menunjukkan surplus. Realisasi investasi juga meningkat sekitar 7 persen, diikuti pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,49 persen dan dana pihak ketiga yang tumbuh sekitar 5 persen.
Airlangga menegaskan, capaian ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai risiko eksternal yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi ke depan.
“Kinerja ini menunjukkan ekonomi kita berada dalam jalur yang positif dan terjaga,”tuturnya.










