TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia kreatif melalui Program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Animasi: Unreal Engine Training Animation Class.
Program ini dirancang untuk mencetak talenta animator berstandar global sekaligus mempercepat transformasi industri animasi Indonesia menuju era produksi berbasis teknologi real-time.
Program yang berlangsung sejak 4 Mei 2026 di Denpasar tersebut mencatat hasil menggembirakan. Sebanyak 25 peserta yang mengikuti pelatihan berhasil lulus dan seluruhnya langsung direkrut oleh Brown Bag Films Bali (PT Bali Animasi Solusi Ekakarsa), sehingga tingkat kelulusan dan penyerapan kerja mencapai 100 persen.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Cecep Rukendi mengatakan, Program AKTIF Animasi merupakan langkah strategis pemerintah untuk menyiapkan talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus menjawab kebutuhan industri animasi yang terus berkembang.
"Melalui program ini, Kementerian Ekraf terus mendorong penguatan kapasitas talenta kreatif berbasis teknologi, sementara AINAKI memperkuat keterhubungan antara industri, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia agar selaras dengan kebutuhan sektor animasi nasional maupun internasional," ujar Cecep dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Rabu, 3 Juni 2026.
Menurutnya, pengembangan talenta menjadi faktor penting di tengah pertumbuhan industri animasi Indonesia yang semakin pesat. Berdasarkan Indonesia Animation Report 2026 yang dirilis Kementerian Ekraf bersama Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), nilai industri animasi nasional pada 2025 mencapai Rp798,15 miliar atau meningkat lebih dari 3,3 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Selain itu, sektor ini mencatat rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 12,86 persen, didukung oleh 262 studio animasi aktif dan 308 karya animasi orisinal yang telah menembus berbagai platform global.
Ketua AINAKI, Daryl Wilson, menilai keberhasilan Program AKTIF Animasi membuktikan bahwa animator Indonesia memiliki kemampuan untuk memenuhi standar industri internasional.
"Program ini menunjukkan bahwa talenta animasi Indonesia mampu memenuhi standar industri global. Keberhasilan seluruh peserta menyelesaikan pelatihan dan direkrut oleh Brown Bag Films Bali menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan industri dapat menghasilkan SDM animasi yang siap kerja dan berdaya saing internasional," kata Daryl.
Program AKTIF Animasi memberikan pengalaman belajar yang mendekati kondisi kerja nyata di studio profesional. Peserta dibekali berbagai materi mulai dari pengenalan komponen animasi Unreal Engine, pipeline animasi profesional, sequencer basics, animation editing, hingga technical animation.
Selain itu, peserta juga menjalani praktik pengembangan create cycle animation, penyusunan storyboard, video reference, layout and blocking, hingga proses final animation yang disertai sesi evaluasi intensif bersama para trainer profesional.
Keberhasilan penyelenggaraan Program AKTIF Animasi diharapkan menjadi cetak biru pengembangan talenta animator kelas dunia dari Indonesia.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, asosiasi, dan industri, program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak animator berdaya saing global yang siap memperkuat posisi Indonesia dalam industri animasi dunia.










