TVRINews, Jakarta
Pangan Nasional Bergejolak, Minyak Goreng Curah Kian Mahal.
Tren kenaikan harga komoditas pangan esensial di Indonesia terus berlanjut pada penghujung pekan ini.
Data terbaru menunjukkan mayoritas harga pangan nasional mengalami lonjakan signifikan, dengan komoditas hortikultura dan minyak goreng menjadi motor utama kenaikan.
Berdasarkan laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI) pada Minggu 10 Mei 2026, hingga siang hari fluktuasi harga terlihat jelas pada sektor minyak goreng.
Harga minyak goreng curah kini menyentuh angka Rp20.650 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Kondisi ini menempatkan harga di pasar jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah sebesar Rp15.700 per kilogram.
Tidak hanya varian curah, minyak goreng kemasan bermerek I dan II juga mencatatkan apresiasi harga masing-masing ke level Rp23.800 dan Rp23.000 per kilogram.
Lonjakan Tajam Sektor Hortikultura
Kenaikan paling mencolok terjadi pada lini cabai-cabaian. Cabai rawit merah mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 9,56 persen, membuat harganya kini bertengger di posisi Rp65.350 per kilogram.
Komoditas pendukung dapur lainnya seperti bawang merah dan bawang putih turut terkerek naik, masing-masing berada di kisaran Rp46.800 dan Rp39.150 per kilogram.
"Data PIHPS per pukul 08.50 WIB menunjukkan adanya tekanan harga pada komoditas strategis, terutama pada kelompok cabai dan minyak goreng yang masih berada di atas ambang batas pemerintah," tulis laporan resmi lembaga tersebut.
Dinamika Protein dan Beras
Pada sektor protein hewani, harga daging ayam ras terpantau naik menjadi Rp39.100 per kilogram. Sebaliknya, terjadi anomali positif pada harga telur ayam yang justru melandai sekitar 0,95 persen ke angka Rp31.150 per kilogram.
Untuk komoditas pokok beras, pasar menunjukkan stabilitas relatif. Beras kualitas medium I dan super II tidak bergerak dari posisi harga sebelumnya.
Namun, terdapat sedikit koreksi penurunan pada beras kualitas medium II dan super I, yang masing-masing turun tipis di bawah 0,4 persen.
Para analis pasar mencermati bahwa kenaikan harga di akhir pekan ini merupakan refleksi dari dinamika pasokan di tingkat produsen yang bertemu dengan tingginya permintaan domestik.
Pemerintah diharapkan segera melakukan intervensi guna menekan harga minyak goreng agar kembali mendekati pagu harga yang telah ditentukan.










