TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mendorong penguatan ekosistem esports dan industri gim nasional sebagai bagian dari upaya mengembangkan ekonomi kreatif digital sekaligus memberdayakan talenta muda.
Hal tersebut disampaikan Muhaimin saat menerima audiensi pengurus Indonesia E-Sport Association (IESPA) di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Muhaimin mengatakan, pemerintah berkomitmen memfasilitasi kebutuhan para pelaku ekonomi kreatif, termasuk dengan menyediakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan komunitas dan pengembangan kreativitas.
"Tentu ini menjadi tanggung jawab kami. Apa yang bisa dibantu akan kita maksimalkan, mulai dari memperkuat ekosistem, menciptakan peluang bagi tumbuhnya ekraf, hingga menyinergikan kebutuhan teman-teman," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kemudian, ia menyebut sejumlah ruang publik, seperti Pos Bloc maupun pusat komunitas lainnya, dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pelaku ekraf dan komunitas esports.
Menurut Muhaimin, pengembangan ekosistem esports dan gim juga dapat disinergikan dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan UMKM yang berada di bawah koordinasi Kemenko PM. Beberapa di antaranya yakni Jejak Jajanan Nusantara (JJN), Seribu Satu Pasar Rakyat, dan Perintis Berdaya.
Integrasi tersebut diharapkan dapat memanfaatkan besarnya komunitas esports sebagai ruang untuk mempertemukan aktivitas digital dengan produk UMKM lokal sehingga menciptakan nilai ekonomi berganda.
Lebih lanjut, Muhaimin menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif.
Pengembangan industri gim nasional sendiri telah mendapat dukungan melalui Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Pada 2026, industri gim juga menjadi salah satu dari tujuh subsektor prioritas Kementerian Ekonomi Kreatif karena dinilai memiliki nilai tambah tinggi dan daya serap tenaga kerja yang signifikan.
Berdasarkan riset Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta BRIN, pasar gim nasional diproyeksikan mencapai USD 2 miliar atau sekitar Rp31,6 triliun hingga Rp34 triliun per tahun.
Muhaimin berharap sinergi pemerintah dengan IESPA dapat membuka lebih banyak ruang bagi talenta muda untuk berkembang, sekaligus mendorong terciptanya peluang ekonomi baru dari sektor esports dan industri gim.










