TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan Creative Hub for App Talent (CHAT), sebuah program yang mempertemukan talenta muda pengembang aplikasi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendorong transformasi digital dan meningkatkan daya saing usaha lokal.
Mengusung semangat Learn. Build. Connect. Grow., program CHAT tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan pemrograman, tetapi juga mendorong peserta mengembangkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan nyata pelaku ekonomi kreatif.
Direktur Aplikasi Kementerian Ekraf, Tri Wahyudi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu pelaku ekonomi kreatif, khususnya UMKM di Jakarta Utara, dalam memperluas pemasaran dan meningkatkan penjualan produk melalui pemanfaatan teknologi digital.
"Pelatihan digital ini diberikan kepada pelaku ekonomi kreatif di Jakarta Utara, khususnya UMKM, untuk membantu mereka dalam memasarkan produk dan meningkatkan penjualan. Selain itu, pelatihan ini memberikan solusi atas keluhan pelaku terhadap marketplace berbayar dan pajak," ujar Tri Wahyudi dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Melalui program tersebut, sebanyak 80 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan pelaku UMKM memperoleh akses pembelajaran, kolaborasi komunitas, serta kesempatan mengembangkan aplikasi yang relevan dengan kebutuhan usaha.
Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Kota Administrasi Jakarta Utara, Vicky Suryawan Jaya, mengapresiasi pelaksanaan CHAT yang memberikan akses pelatihan teknologi secara gratis kepada peserta.
Menurut Vicky, program ini dapat membantu pelaku UMKM memahami teknik pemasaran digital, termasuk pemanfaatan sistem notifikasi berbasis kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
"Ini yang kita butuhkan, binaan yang mengajarkan tentang teknik-teknik sistem pemasaran digital dengan notifikasi AI. Karena kalau bicara teknologi kan mahal, tapi Kementerian Ekraf memberikan binaan ini secara gratis untuk 80 orang pelaku," ucap Vicky.
Untuk memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan, Kementerian Ekraf juga menyediakan pendampingan lanjutan secara daring hingga aplikasi yang dikembangkan peserta siap diimplementasikan dalam ekosistem bisnis UMKM.
Tri Wahyudi berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menghasilkan produk aplikasi yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.
"Harapan kami tentu setiap peserta bisa menghasilkan produk, oleh karenanya kami akan bina terus dengan memberikan pelatihan secara online. Kita juga ingin para pelaku ekonomi kreatif usahanya bertransformasi ke digital, agar mereka bisa menjalankan usaha sambil tidur," ungkap Tri.
Manfaat program CHAT dirasakan oleh salah satu peserta, Riyan Sohibul Anam, yang memiliki latar belakang pemrograman. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan terapan yang belum diperolehnya di bangku kuliah, terutama mengenai pemanfaatan AI untuk menjawab kebutuhan usaha lokal.
Riyan menargetkan dapat mengembangkan aplikasi katalog bagi warung-warung kecil, termasuk warung Madura, sehingga produk dan layanan usaha tersebut dapat lebih mudah dikenal masyarakat.
"Senang sekali pastinya, di sini belajar banyak hal yang belum saya dapat di kampus. Terlebih saat ini perkembangan AI semakin cepat, jadi beruntung bisa belajar secara gratis. Targetnya dari pelatihan ini saya mau membangun aplikasi katalog warung-warung kecil seperti Warung Madura," kata Riyan.
Ke depan, Kementerian Ekraf akan mereplikasi program CHAT secara berkala di berbagai Creative Hub di seluruh Indonesia. Melalui kolaborasi antara talenta muda dan pelaku UMKM, program ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi digital, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru di daerah.










