TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia terus memperluas kerja sama industri dengan Rusia melalui penguatan kolaborasi di sektor strategis. Hubungan kedua negara dinilai semakin berkembang, terutama dalam bidang industri, perdagangan, dan investasi.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan Rusia merupakan mitra penting dalam pengembangan industri nasional Indonesia. Ia menekankan bahwa kerja sama yang telah dibangun harus segera diimplementasikan dalam bentuk nyata.
“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pembangunan industri nasional. Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama tidak berhenti pada komitmen, tetapi menjadi langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Faisol dalam Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg, dalam keterangan yang dikutip, Senin, 11 Mei 2026.
Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Rusia juga melibatkan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, Alexey Vladimirovich Gruzdev. Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan tingkat kepala negara pada April 2026 di Moskow.
Kedua negara sepakat hubungan bilateral menunjukkan tren positif, dengan nilai perdagangan nonmigas yang terus meningkat. Hingga Oktober 2025, total perdagangan kedua negara tercatat mencapai USD 4,04 miliar.
Pemerintah Indonesia menilai sejumlah sektor memiliki potensi besar untuk dikembangkan, di antaranya industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, farmasi, alat kesehatan, hingga teknologi industri.
Faisol menegaskan pentingnya percepatan realisasi kerja sama yang telah disepakati agar berdampak langsung pada industri nasional.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperluas investasi, memperkuat kemitraan industri, serta mendorong transfer teknologi yang meningkatkan daya saing industri nasional,” katanya.
Selain itu, kedua negara juga sepakat mempercepat implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang ditargetkan berlaku tahun depan. Kesepakatan ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan Rusia juga membahas finalisasi nota kesepahaman kerja sama industri sebagai payung hukum kolaborasi jangka panjang. Penandatanganan MoU tersebut direncanakan dilakukan pada momentum INNOPROM 2026, di mana Indonesia akan berstatus sebagai Partner Country.
Kedua pihak juga menyoroti peran forum multilateral seperti BRICS, termasuk BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC), dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia dan transformasi industri.










