TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan surat negosiasi sebagai respons terhadap kebijakan tarif timbal balik impor dari Amerika Serikat telah diterima oleh pihak otoritas perdagangan Negeri Paman Sam.
Airlangga menjelaskan, setelah surat tersebut diterima, Pemerintah Amerika Serikat menunjukkan respons positif dengan menyatakan keinginan untuk melakukan pembicaraan lanjutan bersama Indonesia.
“Hari ini, Duta Besar AS juga meminta waktu untuk pembicaraan lanjutan. Mereka sudah menerima surat yang dikirimkan baik kepada USTR (United States Trade Representative) maupun Sekretaris Perdagangan,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa, 8 April 2025.
Pemerintah Indonesia juga telah melakukan langkah sosialisasi kepada lebih dari 100 asosiasi dan pelaku usaha, termasuk pengusaha asal Amerika yang beroperasi di Indonesia.
Airlangga menyebut, para pelaku usaha asal Amerika memberikan dukungan karena memiliki kepentingan ekspor ke pasar domestik Amerika Serikat.
Lebih lanjut, Airlangga menegaskan, Indonesia akan terus menjaga komunikasi dengan mitra dagang strategis demi menjaga akses pasar dan meningkatkan daya saing ekspor nasional di tengah dinamika perdagangan global.
Sebelumnya, Menko Perekonomian menyatakan pemerintah telah berkomunikasi dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) terkait pemberlakuan tarif timbal balik impor sebesar 32 persen terhadap sejumlah produk ekspor Indonesia.
“USTR tengah menanti proposal negosiasi dari Indonesia mengenai tarif timbal balik tersebut,” ujarnya,










