TVRINews – Jakarta
Lonjakan harga cabai rawit merah hingga melampaui sembilan puluh ribu rupiah per kilogram memicu tekanan ekonomi di pasar tradisional, sementara komoditas pangan lainnya bergerak fluktuatif.
Pasar tradisional di sejumlah wilayah kembali menghadapi dinamika harga yang kurang bersahabat. Perdagangan pada awal pekan ini, Senin 14 september 2026, menunjukkan pergerakan harga komoditas pangan yang bervariasi, dengan komoditas hortikultura khususnya cabai menjadi penyumbang kenaikan tertinggi.
Berdasarkan laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang berada di bawah koordinasi Bank Indonesia, lonjakan paling signifikan tercatat pada komoditas cabai rawit merah.
Komoditas pedas tersebut melesat hingga menyentuh level Rp90.050 per kilogram, mencatatkan kenaikan sebesar 7,2 persen atau setara dengan penambahan Rp6.050 dari periode sebelumnya.
Tekanan harga serupa juga melanda varian cabai lainnya. Cabai merah keriting tercatat mengalami eskalasi harga sebesar 9 persen atau naik Rp5.200 menjadi Rp62.950 per kilogram. Diikuti oleh cabai rawit hijau yang merangkak naik 3,94 persen ke posisi Rp64.700 per kilogram, serta cabai merah besar yang terkerek 2,65 persen menjadi Rp54.200 per kilogram.
Sementara itu, pergerakan pada kelompok bumbu dapur lainnya terpanggil lebih stabil. Bawang merah ukuran sedang mengalami koreksi tipis sebesar 1,05 persen menjadi Rp37.700 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang mengalami kenaikan tipis sebesar 0,25 persen dan diperdagangkan pada kisaran Rp39.400 per kilogram.
Untuk komoditas beras, fluktuasi terpantau bergerak dalam rentang yang sangat sempit. Beras kualitas bawah I mengalami penurunan tipis ke level Rp14.800 per kilogram, sedangkan kualitas medium I dan jajaran beras super terpantau stabil tanpa perubahan harga yang berarti di pasar.
Di sektor protein hewani, harga telur ayam ras segar mengalami penguatan sebesar 0,84 persen menjadi Rp29.900 per kilogram. Namun, kondisi berlawanan terjadi pada daging ayam ras segar yang mengalami koreksi tipis sebesar 0,47 persen ke posisi Rp42.500 per kilogram. Adapun komoditas daging sapi kualitas I dan II masing-masing merangkak naik tipis, menetap di kisaran Rp152.150 dan Rp142.850 per kilogram.










