TVRINews, Jakarta
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut.
Berdasarkan data Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp30.000 menjadi Rp2.703.000 per gram dari posisi sehari sebelumnya. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga melemah Rp39.000 menjadi Rp2.475.000 per gram.
Adapun rincian harga emas Antam hari ini sebagai berikut:
* 0,5 gram: Rp1.401.500
* 1 gram: Rp2.703.000
* 2 gram: Rp5.346.000
* 3 gram: Rp7.994.000
* 5 gram: Rp13.290.000
* 10 gram: Rp26.525.000
* 25 gram: Rp66.187.000
* 50 gram: Rp132.295.000
* 100 gram: Rp264.512.000
* 250 gram: Rp661.015.000
* 500 gram: Rp1.321.820.000
* 1.000 gram: Rp2.643.600.000
Pelemahan harga emas terjadi setelah logam mulia tersebut menguat selama empat hari beruntun dengan total kenaikan mencapai 6,37 persen. Kondisi ini memicu aksi ambil untung (profit taking) dari sebagian investor yang memilih merealisasikan keuntungan setelah harga berada di level tinggi.
Selain dipengaruhi aksi jual investor, pergerakan emas juga mendapat tekanan dari perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5–3,75 persen.
Meski suku bunga tidak berubah, proyeksi sejumlah anggota FOMC menunjukkan kecenderungan kebijakan yang lebih ketat ke depan. Sebanyak sembilan anggota memperkirakan akan ada satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun ini, sementara enam anggota lainnya menilai kenaikan dua kali masih diperlukan. Adapun sembilan anggota lainnya memprediksi suku bunga tetap bertahan hingga akhir tahun.
Prospek suku bunga yang tetap tinggi cenderung menjadi sentimen negatif bagi emas. Pasalnya, emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset, sehingga daya tariknya biasanya berkurang ketika suku bunga meningkat dan instrumen berbunga menjadi lebih menguntungkan bagi investor.










