TVRINews – Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi pengalokasian dana Rp1,28 triliun untuk 25,16 juta penerima manfaat guna mendorong inklusi keuangan nasional.
Pemerintah Indonesia tengah memfinalisasi regulasi dan verifikasi data penerima sasaran untuk meluncurkan program pembukaan rekening bank tanpa biaya pada akhir tahun ini, untuk memperluas akses perbankan serta memperkuat basis inklusi keuangan nasional secara signifikan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa skema pelaksanaan stimulus ini terus dimatangkan dan dijadwalkan efektif berjalan dalam waktu dekat.
"Masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan," ujar Airlangga pada lama resminya yang dikutip Jumat, 6 November 2026.
Program pemulihan dan stimulus ekonomi ini menargetkan sebanyak 25,16 juta warga negara berusia 17 tahun ke atas yang terdaftar dalam kategori kesejahteraan desil 1 hingga desil 4. Setiap akun perbankan baru yang teregistrasi dalam program ini akan secara otomatis menerima setoran saldo awal sebesar Rp50.000 dari pemerintah.
Untuk merealisasikan inisiatif tersebut, alokasi anggaran belanja negara yang disiapkan mencapai Rp1,28 triliun. Pemerintah memproyeksikan bahwa pemberian saldo awal dan keringanan biaya administrasi ini mampu mendongkrak tingkat inklusi keuangan dari posisi saat ini sebesar 93 persen menuju target mendekati 99 persen.
Penyusunan basis data penerima manfaat mengacu pada integrasi informasi resmi yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Selain itu, penyaluran program ini turut melibatkan jaringan lembaga perbankan badan usaha milik negara dan syariah, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), untuk memastikan validasi data serta kelancaran distribusi hingga ke daerah.










