TVRINews – Blitar
Strategi Integrasi Hulu-Hilir Disiapkan untuk Menjaga Stabilitas Harga Jagung dan Memperkuat Peran Koperasi.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia meluncurkan skema integrasi tata niaga sektor peternakan berbasis penguatan rantai pasok hulu ke hilir. Langkah strategis ini dirancang guna memitigasi fluktuasi harga pakan serta menjamin kepastian penyerapan komoditas jagung nasional.
Kebijakan tersebut melibatkan penyatuan alur kerja antara petani jagung, peternak, koperasi daerah, dan Perum Bulog melalui pemanfaatan sistem resi gudang. Mekanisme ini ditargetkan mampu mengamankan pasokan pakan konsisten, terutama saat memasuki kurun masa paceklik tahunan pada September hingga November.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa skema terpadu ini merupakan komitmen konkret pemerintah dalam merespons dinamika yang dihadapi para pelaku usaha perunggasan dan pertanian di berbagai wilayah.
"Kami merealisasikan janji usai menampung aspirasi lebih dari seribu perwakilan peternak yang datang ke Jakarta. Kedepan, pembangunan ekosistem peternakan akan dikawal secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir," ujar Amran dalam kunjungan kerjanya di Blitar, Jawa Timur, Kamis, 5 November 2026.
Mekanisme Resi Gudang dan Efisiensi Anggaran
Dalam skema operasional yang dirancang, Perum Bulog bertindak sebagai penyerap hasil panen jagung ketika terjadi lonjakan produksi (overproduksi). Komoditas yang diserap kemudian disimpan dalam sistem resi gudang untuk selanjutnya disalurkan kembali kepada peternak saat tingkat pasokan pasar menipis.
Guna mempercepat implementasi ekosistem ini, Kementerian Pertanian melakukan reokasi anggaran internal sebesar Rp3,7 triliun. Dana tersebut dialihkan dari pos belanja non-prioritas seperti kegiatan seminar, perjalanan dinas, dan operasional kantor angsung untuk mendukung penguatan modal kerja petani serta peternak.
Selain penguatan rantai pasok, pemerintah memfokuskan perhatian pada perbaikan tata niaga komoditas telur yang dinilai mengalami ketimpangan margin antara tingkat produsen dan konsumen akhir. Langkah pengawasan ketat disiapkan bersama aparat penegak hukum guna menindak praktik pembelian yang merugikan peternak mandiri.
Apresiasi dan Imbas Sektor Ril
Dampak intervensi pemerintah mulai dirasakan oleh pengelola koperasi di daerah. Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Kabupaten Nganjuk, Zainuddin, mengonfirmasi bahwa penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) efektif menekan biaya operasional produksi di tengah lonjakan pakan pabrikan.
"Harga jagung di pasar bebas sempat menembus Rp7.800 per kilogram. Kehadiran jagung SPHP seharga Rp5.500 per kilogram memberikan ruang napas yang sangat berarti bagi keberlanjutan usaha peternak," ungkap Zainuddin.
Zainuddin menambahkan bahwa kepastian harga pakan perlu dibarengi dengan penjagaan acuan harga batas bawah komoditas telur di tingkat peternak, sesuai batas ketentuan pemerintah sebesar Rp24.000 per kilogram, demi menjaga kestabilan ekonomi 160 juta warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan nasional.









