TVRINews, Jakarta
Nilai tukar rupiah membuka perdagangan pasar spot pada Kamis, 5 November 2026 dengan penguatan 0,37 persen ke level Rp18.097 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan rupiah terjadi seiring meredanya sentimen eksternal yang turut memberikan ruang bagi mata uang domestik untuk bergerak positif.
Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi pasar adalah penurunan harga minyak mentah yang berada di level US$94 per barel. Penurunan harga minyak tersebut turut meredakan tekanan dari pasar komoditas global.
Penguatan tersebut mencerminkan respons positif pasar terhadap meredanya tekanan eksternal, terutama dari pasar energi global. Harga minyak mentah yang turun ke kisaran US$94 per barel turut mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan ekonomi dan kebutuhan impor energi.
Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi perkembangan sentimen global serta dinamika harga komoditas di pasar internasional.









