TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sinyal pemerintah belum berencana memberikan insentif tambahan untuk kendaraan berteknologi hybrid.
Menurut Airlangga, industri kendaraan hybrid di Indonesia dinilai telah berkembang dengan baik. Produksi dalam negeri sudah berjalan dan sebagian hasil produksinya bahkan telah menembus pasar ekspor.
Airlangga mengatakan, pemberian insentif pada dasarnya ditujukan untuk mendorong investasi, meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Insentif diberikan untuk mendorong produksi nasional. Kalau produksinya sudah berjalan baik dan bahkan sudah diekspor, berarti tujuan pemberian insentif itu sudah tercapai,” ujar Airlangga dalam keterangan yang dikutip, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Ia menyebut penjualan kendaraan hybrid terus mengalami pertumbuhan. Pada semester pertama 2026, distribusi mobil hybrid dari pabrik ke dealer tercatat mencapai 42.366 unit.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 28.817 unit. Artinya, penjualan kendaraan hybrid tumbuh sekitar 47 persen secara tahunan.
“Kenaikan penjualan mobil hybrid sudah sekitar 45 persen. Ini menunjukkan pasarnya sudah terbentuk dan konsumen tetap memiliki minat meskipun tidak mendapatkan insentif tambahan seperti kendaraan listrik,” kata Airlangga.
Sebelumnya, pemerintah memang pernah memberikan insentif bagi kendaraan hybrid. Pada 2025, pemerintah menanggung Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM kendaraan hybrid sebesar tiga persen. Kebijakan tersebut berlaku hingga Desember 2025.
Namun, memasuki 2026, insentif PPnBM tersebut tidak lagi diberikan. Meski demikian, penjualan kendaraan hybrid justru menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah menilai kondisi tersebut menjadi indikator bahwa dukungan kebijakan dan struktur perpajakan untuk kendaraan hybrid saat ini sudah cukup mendorong pertumbuhan industri.
Airlangga menegaskan, salah satu tujuan utama pemerintah melalui kebijakan sektor otomotif adalah meningkatkan tingkat komponen dalam negeri serta memperkuat produksi nasional.
“Produksi sudah bagus dan penjualan juga meningkat signifikan. Jadi, tujuan pemerintah untuk meningkatkan local content sudah tercapai,” tegas Airlangga.
Dengan perkembangan tersebut, pemerintah menilai industri kendaraan hybrid saat ini sudah berada pada jalur yang cukup kuat dan tidak lagi terlalu bergantung pada pemberian insentif tambahan.









