TVRINews – Jakarta
Sejumlah komoditas hortikultura dan protein hewani mencatat kenaikan harga di pasar domestik, sementara harga telur ayam mengalami koreksi tipis.
Pasar domestik menutup pekan ini dengan pergerakan harga yang bervariasi pada sejumlah bahan pangan pokok. Berdasarkan laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dirilis Bank Indonesia Minggu 9 Agustus 2026, tekanan inflasi parsial terlihat jelas pada sektor hortikultura dan beberapa produk protein hewani, kendati sejumlah komoditas lain terpantau stabil atau mengalami penyesuaian turun.
Kenaikan paling signifikan mendominasi kelompok cabai. Harga rata-rata nasional untuk cabai merah besar tercatat merangkak naik sebesar 1,73 persen menjadi Rp49.900 per kilogram. Lonjakan lebih tajam terjadi pada varietas cabai merah keriting yang menembus level Rp50.400 per kilogram, atau mengalami penguatan 3,92 persen.
Tekanan harga yang sama turut melanda komoditas cabai rawit. Cabai rawit hijau terkerek 1,25 persen ke posisi Rp52.600 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah mencatat lonjakan tertinggi di antara seluruh komoditas hortikultura sebesar 6,9 persen, sehingga diperdagangkan pada kisaran Rp59.650 per kilogram.
Pergeseran harga juga merambah sektor protein hewani. Daging ayam ras segar mengalami sedikit apresiasi sebesar 0,38 persen menjadi Rp40.050 per kilogram. Di sisi lain, komoditas daging sapi mempertahankan posisinya di level tinggi, di mana daging sapi kualitas 1 stabil pada angka Rp151.750 per kilogram dan kualitas 2 berada di kisaran Rp143.050 per kilogram.
Kendati demikian, tren berlawanan ditunjukkan oleh komoditas telur ayam ras. Secara nasional, harga komoditas penunjang gizi tersebut mengalami koreksi sebesar 0,67 persen, turun ke level Rp29.450 per kilogram. Penurunan ini memberikan sedikit ruang napas bagi konsumen rumah tangga di tengah tren kenaikan harga pangan lainnya.
Komoditas beras sebagai makanan pokok utama turut menunjukkan tren kenaikan yang merata di berbagai kelas kualitas. Beras medium kualitas I tercatat naik tipis 0,3 persen menjadi Rp16.450 per kilogram, diikuti oleh beras medium kualitas II yang menguat 0,31 persen ke level Rp16.250 per kilogram.
Kenaikan serupa juga terjadi pada kategori beras premium atau super. Beras super kualitas I mengalami penyesuaian naik 0,28 persen menjadi Rp17.750 per kilogram, sedangkan beras super kualitas II terdongkrak 0,29 persen ke posisi Rp17.200 per kilogram.









