TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong industri jamu Indonesia naik kelas dan mampu bersaing di pasar global melalui penguatan branding, hak kekayaan intelektual (IP), hingga dukungan ekosistem digital.
Menurut Riefky, jamu tidak hanya menjadi warisan budaya Indonesia, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai produk ekonomi kreatif bernilai tinggi di pasar global.
"Jamu bukan sekadar warisan tradisi, tapi produk ekonomi kreatif yang punya potensi besar di pasar dunia. Lewat dukungan ekosistem digital, riset, dan ilmu pengetahuan, kita harus ubah kekayaan budaya ini menjadi produk modern yang diminati global," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kementerian Ekraf, lanjutnya, tengah mendorong penguatan akses pasar melalui berbagai platform digital agar produk jamu Indonesia semakin dikenal luas. Selain itu, pemerintah juga akan membantu proses branding dan kurasi produk agar mampu tampil kompetitif di pasar global.
"Kreativitas budaya kita sudah luar biasa sejak dulu, namun tantangan terbesarnya adalah komersialisasi dan monetize. Melalui ekosistem digital, kita bantu branding dan kurasi produk yang unik agar siap menangkap peluang global tanpa harus panik dalam memenuhi kapasitas produksinya," ucapnya.
Sebagai informasi, penyelenggaraan The 2nd Jamu International Conference & Expo (JICE) 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 bertepatan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional
JICE 2026 mengusung tema "Jamu as a Creative Wellness and Health Industry: Driving Sustainable Well-Being through Cultural Innovation, Green Economy, and Global Partnerships". Acara puncak direncanakan berlangsung di Royal Ambarrukmo Yogyakarta dan kawasan Candi Borobudur.










