TVRINews - Jakarta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, menguat dan sempat menyentuh level psikologis 6.000, dengan high intraday tercatat di level 6.010. Indeks dibuka di level 5.899, sedikit di bawah penutupan Rabu kemarin di level 5.902, sebelum berbalik menguat sepanjang sesi perdagangan.
(Chart harian IHSG. sumber: TradingView)
Penguatan dalam dua sesi terakhir tidak terlepas dari sentimen positif keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan pada Selasa (9/6/2026), BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Suku bunga Deposit Facility juga naik 25 bps menjadi 4,50%, sementara Lending Facility naik 25 bps menjadi 6,25%.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan kenaikan itu merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1% yang ditetapkan pemerintah.
Proyeksi IHSG
Dari sisi teknikal, IHSG kini tengah menguji area resistance 5.900–6.000 setelah rebound dalam beberapa hari terakhir.
"Selama bertahan di atas 5.700, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.000–6.215, didukung membaiknya sentimen domestik dan stabilisasi nilai tukar rupiah," ujar BRI Danareksa Sekuritas.
Senada, Phintraco Sekuritas menilai momentum rebound IHSG masih terjaga seiring perbaikan sejumlah indikator teknikal. Pada sesi sebelumnya, IHSG mampu bertahan di atas MA5 dan ditutup di kisaran MA10. Indikator Stochastic RSI pun terus menguat, sementara histogram MACD mulai menyempit dan berpotensi membentuk golden cross.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level psikologis di level 6000," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (11/6/2026).
Selain ditopang faktor teknikal, penguatan rupiah dan koreksi harga minyak dunia turut menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik. Rupiah pada perdagangan Rabu tercatat menguat 0,63% ke level Rp17.944 per dolar AS.










