TVRINews, Jakarta
Tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan industri farmasi nasional.
Ketergantungan terhadap bahan baku obat impor membuat biaya produksi meningkat, sehingga memunculkan kekhawatiran akan kenaikan harga obat di dalam negeri.
Menghadapi situasi tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyiapkan sejumlah kebijakan yang bertujuan menjaga kelangsungan produksi industri farmasi sekaligus memastikan ketersediaan obat bagi masyarakat tetap terjaga.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan pihaknya telah bertemu dengan sejumlah pelaku industri farmasi untuk mendengarkan berbagai kendala yang muncul akibat kenaikan biaya impor bahan baku dan kemasan produk.
Menurut Taruna, BPOM tidak memiliki kewenangan untuk mengendalikan faktor eksternal seperti fluktuasi nilai tukar maupun kondisi geopolitik yang memengaruhi harga bahan baku. Namun, BPOM dapat memberikan kemudahan melalui penyesuaian regulasi yang berada dalam kewenangannya.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyederhanaan proses administrasi bagi perusahaan yang ingin mengganti sumber bahan baku obat dari negara lain. Selama standar mutu dan dokumen pendukung telah memenuhi ketentuan, proses perubahan dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan mekanisme sebelumnya.
“Kami berupaya memberikan kemudahan agar industri tidak terbebani biaya tambahan yang dapat berdampak pada harga produk di masyarakat,” kata Taruna Ikrar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Selain bahan baku, BPOM juga membuka ruang fleksibilitas terkait penggunaan kemasan produk. Kebijakan ini memungkinkan perusahaan melakukan penyesuaian kemasan yang lebih efisien tanpa mengurangi aspek keamanan dan mutu obat.
Taruna menegaskan, berbagai relaksasi tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada industri farmasi nasional agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global.
Di sisi lain, BPOM juga menjalin komunikasi dengan otoritas pengawas obat di berbagai negara untuk mencari solusi bersama dalam menghadapi tantangan rantai pasok dan menjaga stabilitas sektor farmasi.
Melalui langkah-langkah tersebut, BPOM berharap industri farmasi dapat menjaga produksi tetap berjalan dan menghindari kenaikan harga obat yang berpotensi membebani masyarakat.










