TVRINews, Jakarta
Direktur Utama (Dirut) LPP TVRI sekaligus Ketua Umum ICCN Fiki Satari menyerahkan dokumen Manifesto Suara Ekraf Indonesia sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun masa depan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia kepada Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Di mana, penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia, dengan mengangkat aspirasi para penggerak ekonomi kreatif dari daerah hingga ke tingkat global.
Pada kesempatan tersebut, Dirut Fiki mengatakan jika Manifesto Suara Ekraf Indonesia dari Daerah menuju Dunia terdapat 10 poin utama sebagai landasan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

“Pertama, inovasi berbasis sumber daya lokal adalah keunggulan yang tak tertandingi. Kedua, Ekonomi kreatif adalah jalan nyata menuju tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG,” ucapnya pada Jumat, 23 Oktober 2026 hari ini.
Ketiga, lanjut dia pelaku kreatif informal harus diakui, dilindungi, dan difasilitasi. Selanjutnya yang keempat, intermediari dan agregator adalah tulang punggung ekosistem ekonomi kreatif.
“Kelima, Inklusivitas dalam ekonomi kreatif membuka keterlibatan pelaku dari seluruh kegiatan dan seluruh kalangan. Keenam, Transformasi digital adalah akselerator ekonomi kreatif daerah,” kata dia
“Ketujuh, Data dan indeks ekonomi kreatif daerah adalah fondasi kebijakan. Kedelapan, Regulasi dan kelembagaan daerah sebagai komitmen negara yang mendesak,” terusnya
Kemudian, yang kesembilan Ekosistem heksaheliks, sinergi yang tidak bisa diwakilkan.
“Sepuluh, Suara daerah harus membentuk agenda global,” ujarnya
Lebih lanjut, Dirut Fiki mengatakan, jika Manifesto Suara Ekraf Indonesia lahir dari harapan para penggerak ekonomi kreatif di berbagai daerah, dalam semangat dari daerah untuk dunia.
“Manifesto Suara Ekraf Indonesia lahir dari suara dan harapan para penggerak ekonomi kreatif di berbagai daerah, dalam semangat dari daerah untuk dunia,” ucapnya
Dikesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan jika dirinya mewakili pemerintah mengapresiasi ICCN.
“Saya sangat mengapresiasi atas nama pemerintah yang ICCN lakukan hampir lebih dari 10 tahun terakhir,” kata dia
Kemudian, ia juga menilai jika kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan ICCN selama dua tahun terakhir telah memberikan kontribusi penting, terutama melalui masukan dari berbagai daerah, pengembangan kabupaten/kota kreatif, serta pendampingan untuk membawa isu ekonomi kreatif ke tingkat global.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, dengan pengembangan yang dimulai dari daerah.
“Spirit daripada ekonomi kreatif yang juga diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo adalah bagaimana ekonomi kreatif ini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” ujar Teuku Riefky.
Ia menegaskan, komunitas dan koordinator daerah memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif karena memahami secara langsung potensi, peluang, dan tantangan di wilayah masing-masing.
Karena itu, lanjutnya para penggerak ekonomi kreatif tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima kebijakan, tetapi juga menjadi subjek utama dalam merumuskan arah pengembangan sektor tersebut.
“Kawan-kawan komunitas, kawan-kawan korda di sinilah sebetulnya sebagai subjeknya. Bukan sebagai objek, tetapi sebagai subjeknya. Nah, inilah yang tentu paling mengetahui segala peluang dan tantangannya,” jelasnya.
Teuku Riefky menambahkan, penguatan ekonomi kreatif membutuhkan kerja sama lintas pemangku kepentingan. Menurutnya, keberadaan kementerian khusus yang menangani ekonomi kreatif serta dukungan jejaring internasional membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk memperluas kontribusi sektor tersebut di tingkat global.
“Kita mempunyai ruang, kesempatan yang cukup besar selama kita kompak,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Teuku Riefky juga menyampaikan terima kasih kepada ICCN atas aspirasi, kontribusi, dan semangat yang telah diberikan dalam mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia.
“Kementerian Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi dengan ICCN di seluruh Indonesia,” pungkasnya.










