TVRINews – Jakarta
Tren penurunan harga pada sejumlah komoditas hortikultura terjadi di tengah stabilnya harga beras nasional per Jumat, 3 Juli 2026.
Pasar komoditas pangan nasional mencatatkan dinamika harga yang beragam pada perdagangan Jumat 3 juli 2026.
Data terbaru menunjukkan tekanan harga pada komoditas hortikultura, terutama kelompok cabai, yang mengalami koreksi cukup signifikan di berbagai pasar utama.
Berdasarkan pemantauan harga harian, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan penurunan terdalam, mencapai 6,3 persen atau sekitar Rp4.250 per kilogram, sehingga kini dipatok di angka Rp63.200 per
kilogram. Tren serupa juga menyentuh cabai merah besar dan cabai merah keriting yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 4,68 persen dan 3,86 persen.
"Penurunan harga pada sektor hortikultura saat ini mencerminkan stabilitas suplai yang mulai membaik
di tingkat sentra produksi. Pasar merespons positif lancarnya arus distribusi dari daerah penghasil ke
pasar konsumsi perkotaan," ujar analis pasar pangan independen dalam sebuah ulasan ekonomi pagi
ini.
Sementara itu, stabilitas harga terpantau pada komoditas pokok beras. Beras kualitas medium I dan II tetap bertahan pada level harga masing-masing Rp16.350 dan Rp16.100 per kilogram. Kondisi ini memberikan
sinyal positif bagi inflasi harga pangan di tingkat konsumen, meski beras kualitas super I dan II mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,28 hingga 0,29 persen.
Di sektor protein hewani, daging ayam ras segar mengalami penurunan harga sebesar 1,21 persen menjadi Rp36.600 per kilogram. Sebaliknya, daging sapi kualitas 1 dan 2 mengalami kenaikan moderat sebesar 0,17 persen dan 0,18 persen, menempatkan harga di kisaran Rp141.000 hingga Rp150.000 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti minyak goreng curah tercatat mengalami sedikit koreksi harga sebesar 0,24 persen menjadi Rp20.550 per kilogram. Secara keseluruhan, fluktuasi harga hari ini dinilai sebagai bentuk adaptasi pasar terhadap dinamika stok dan efektivitas distribusi pangan nasional yang terus dipantau pemerintah guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat luas.










