TVRINews – Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Pimpinan Tatarstan Rustam Minnikhanov di Jakarta guna membahas perluasan investasi manufaktur, teknologi digital, serta sektor perkapalan.
Pemerintah Indonesia dan Republik Tatarstan, Federasi Rusia, sepakat memperluas kemitraan strategis di bidang perdagangan, investasi, dan pengembangan kapasitas industri. Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan pimpinan Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov di Jakarta.
Pertemuan bilateral tersebut memfokuskan pembahasan pada pemanfaatan keunggulan industri Tatarstan khususnya di sektor manufaktur, perkapalan, otomotif, petrokimia, dan teknologi guna mendukung program prioritas nasional Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa kerja sama ini diproyeksikan tidak hanya sebatas transaksi perdagangan bilateral, melainkan mencakup alih teknologi dan investasi berkesinambungan.
“Indonesia melihat potensi besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Tatarstan, khususnya melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, dan pemanfaatan teknologi. Kami berharap berbagai peluang yang telah dibahas dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret yang memberikan manfaat bagi kedua pihak,” ujar Airlangga, dikutip Sabtu, 7 November 2026.
Salah satu fokus utama diskursus kedua negara adalah industri maritim. Perusahaan galangan kapal Ak Bars Shipbuilding Corporation dari Tatarstan menyatakan minat untuk menjajaki kemitraan dengan entitas lokal guna mendukung peningkatan kapasitas produksi kapal nasional. Selain itu, peluang investasi juga dibuka di sektor kedirgantaraan, farmasi, dan otomotif.
Pemerintah Indonesia mendorong para pelaku usaha Tatarstan untuk memanfaatkan insentif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Berdasarkan data Kemenko Perekonomian hingga September 2026, Indonesia mengelola 25 KEK yang mencatatkan total realisasi investasi senilai Rp382,1 triliun serta menyerap lebih dari 302 ribu tenaga kerja.
Di sektor digital, kedua pihak merancang sinergi antara Innopolis Special Economic Zone di Tatarstan dan Nongsa Digital Park di Indonesia. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan integrasi kecerdasan buatan (AI), riset inovasi, serta pertukaran akademis antar-universitas.
Merespons ruang kolaborasi tersebut, Rais Rustam Minnikhanov menyambut positif komitmen Jakarta dan menegaskan kesiapan jajarannya dalam merealisasikan kerja sama di berbagai sektor teknis.
“Kami siap terus mendorong kerja sama dengan mitra Indonesia, khususnya dalam pengembangan industri perkapalan, investasi, teknologi, dan pendidikan,” kata Minnikhanov.
Minnikhanov turut menyampaikan undangan resmi kepada Indonesia untuk hadir sebagai honorary guest pada ajang The 18th Russia-Islamic World: Kazan Forum yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027 di Kazan, Tatarstan.
Sebagai langkah konkrit, Kemenko Perekonomian akan mengoordinasikan tindak lanjut bersama Kementerian/Lembaga teknis serta KADIN Indonesia. Hasil perkembangan kerja sama ini ditargetkan menjadi salah satu poin utama dalam agenda Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-15 Indonesia-Rusia pada 2027.
Turut mendampingi Menko Airlangga dalam agenda tersebut di antaranya Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, serta Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Grata Endah Werdaningtyas.










