TVRINews – Jakarta
Pemerintah mengamankan cadangan pangan nasional melebihi kapasitas gudang guna menjaga ketahanan pangan dan program bantuan sosial hingga akhir tahun.
Pemerintah Indonesia memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman untuk mengantisipasi risiko cuaca ekstrem akibat fenomena Super El Nino. Cadangan beras nasional saat ini dilaporkan melampaui kapasitas penampungan standar, sebagai langkah mitigasi ketahanan pangan berkelanjutan.
Hingga pertengahan Oktober (15 Oktober 2026), volume stok beras nasional tercatat mencapai lebih dari 4,5 juta ton. Jumlah ini signifikan melebihi kapasitas gudang penampungan utama pemerintah yang secara ideal berkapasitas sekitar 3 juta ton. Langkah antisipasi tersebut dirancang guna menjaga stabilitas pasokan di tengah ancaman lonjakan suhu global.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa strategi mitigasi terhadap dampak El Nino skala besar telah disiapkan secara matang sejak dua tahun terakhir. Menurutnya, melimpahnya cadangan pangan menjadi bukti kesiapan domestik dalam menghadapi dinamika iklim.
"Upaya mengantisipasi fenomena El Nino Godzilla telah kami persiapkan sejak dua tahun lalu. Saat ini pasokan kita sangat mencukupi, bahkan melampaui daya tampung gudang utama yang berkapasitas 3 juta ton dengan ketersediaan mencapai 4,5 juta ton," ujar Amran dalam Keterangan Resminya Rabu 14 Oktober 2026.
Amran menegaskan bahwa ketersediaan beras nasional dijamin aman hingga penghujung tahun 2026. Langkah ini juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempertahankan kemandirian pangan secara berkesinambungan di tingkat nasional.
"Untuk sisa dua bulan hingga akhir tahun 2026, kondisi pasokan sangat aman. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, target swasembada pangan terus dipertahankan secara berkelanjutan," tegasnya.
Di sisi lain, Perum Bulog memastikan cadangan beras yang dikelola cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas sekaligus mendukung distribusi program bantuan sosial. Pasokan tersebut dialokasikan untuk penyaluran bantuan beras seberat 10 kilogram bagi puluhan juta keluarga penerima manfaat secara berkelanjutan hingga akhir tahun.
Guna menampung tingginya volume penyerapan gabah dan beras hasil panen petani lokal yang menyebabkan kapasitas gudang utama penuh, Bulog mengoptimalkan skema penyewaan fasilitas gudang tambahan yang tersebar di pelbagai wilayah Indonesia.










