TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong perguruan tinggi memanfaatkan tradisi akademik, seperti wisuda dan pengukuhan guru besar, untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa, khususnya di wilayah miskin.
Menurut Fauzan, kegiatan akademik yang rutin diselenggarakan perguruan tinggi memiliki potensi ekonomi besar jika dilaksanakan di tengah masyarakat, bukan hanya di lingkungan kampus.
"Kita punya tradisi akademik yang menurut saya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi itu belum dimanfaatkan. Saya pernah menggagas Pak Menko, bagaimana ya kalau seandainya wisuda yang digelar oleh perguruan tinggi itu digelar di daerah miskin, di sana akan menghidupkan ekonomi," kata Fauzan dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat, Kamis, 15 Oktober 2026.
Fauzan menilai, penyelenggaraan wisuda di desa-desa dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ia juga mengusulkan agar pengukuhan guru besar diselenggarakan di lokasi yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Misalnya, pengukuhan guru besar bidang pertanian dilaksanakan di kawasan pertanian, sedangkan pengukuhan guru besar peternakan digelar di kampung peternakan.
"Kalau itu bisa digelar di tempat-tempat, di daerah-daerah, di desa-desa miskin, saya kira orang sudah tidak akan bertanya besok makan apa. Ini penting, pengukuhan guru besar pertanian jangan di kampus, tapi di daerah pertanian sana, di sawah yang kering itu. Pengukuhan guru besar peternakan, jangan di aulah tetapi di kampung ternak," ujarnya.
Menurut Fauzan, gagasan tersebut dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan sekaligus memperluas manfaat kegiatan akademik bagi masyarakat. Ia menilai, kampus perlu keluar dari pola penyelenggaraan kegiatan yang hanya berpusat di lingkungan perguruan tinggi.
"Kalau bisa begini, makanya ketika bicara sustainability, integritas saya kira, selesai. Daripada wisuda besar diselenggarakan di kampus tetapi warga kampus libur, enggak ada yang datang. Satu sisi ini potensi ekonomi yang luar biasa, kalau bisa begitu apalagi kampus-kampus yang besar mahasiswanya, yang wisuda satu tahun bisa lima atau enam kali, bahkan bisa lebih dari itu. Kalau itu digelar di masyarakat dan bergilir yang niatnya adalah turut serta untuk mengembangkan ekonomi desa, saya kira akan luar biasa," tuturnya.
Fauzan berharap perguruan tinggi dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi pusat pendidikan dan penelitian.
"Kalau bisa begitu, wah ini kampus benar-benar menjadi satu ekosistem, menjadi entitas sosial yang tidak hanya berada di dalam menara gading, tetapi menjadi menara air yang dibutuhkan oleh masyarakat," pungkasnya.










