TVRINews, Jakarta
Menteri Amran Sulaiman ajukan pengiriman 10.000 ton beras, Singapura akan tinjau potensi kerja sama pangan.
Pemerintah Indonesia secara resmi menawarkan kerja sama ekspor beras kepada Singapura dengan volume awal minimal 10.000 ton. Strategi ini diambil di tengah surplus cadangan beras nasional yang kini mencapai 5,1 juta ton, melampaui kapasitas penyimpanan domestik.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, menyampaikan usulan tersebut dalam pertemuan bilateral bersama Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu Hai Yien, di Jakarta. Amran menegaskan bahwa skema pengiriman ini akan dilakukan melalui kemitraan bisnis antarpihak swasta, dengan melibatkan badan logistik negara, Bulog.
“Kami telah mengajukan usulan ekspor beras minimal 10.000 ton. Saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah berada di angka 5,1 juta ton, sementara kapasitas gudang kita terbatas pada 3 juta ton,” ujar Amran, dikutip selasa 30 Juni 2026.
Selain komoditas beras, kedua pihak turut menjajaki perluasan kerja sama di sektor pangan lainnya, mencakup pasokan telur, daging ayam, serta kelapa sawit. Selain perdagangan komoditas, pertemuan tersebut juga membahas pertukaran teknologi pertanian untuk mendukung produktivitas.
Menanggapi proposal tersebut, Menteri Grace Fu menyatakan sikap terbuka. Pihaknya akan segera melakukan kajian mendalam dengan melibatkan para importir pangan di Singapura untuk memastikan keselarasan dengan kebutuhan domestik negara tersebut.
“Ini adalah inisiatif yang layak untuk dieksplorasi. Kami akan menindaklanjutinya dengan berdiskusi bersama para importir di Singapura,” kata Grace Fu.
Dalam kesempatan tersebut, Grace Fu juga memberikan apresiasi terhadap capaian Indonesia dalam meningkatkan hasil panen dan efisiensi pertanian.
Menurutnya, investasi yang dilakukan Indonesia pada bidang riset benih, mekanisasi, dan pengembangan teknologi telah memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan nasional.
Pemerintah Indonesia optimistis rencana ekspor ini dapat terealisasi tahun ini, mengingat kedekatan geografis serta rekam jejak perdagangan pangan yang telah terjalin baik antara kedua negara selama ini.










