TVRINews – Jakarta
Indeks Harga Saham Gabungan merosot ke level 6.723 seiring keluarnya arus modal asing.
Pasar modal Indonesia mencatatkan koreksi signifikan pada periode perdagangan yang singkat pekan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,53 persen, berakhir di posisi 6.723,32 setelah sempat berada di level 6.936,39 pada pekan sebelumnya.
Penurunan indeks ini selaras dengan menyusutnya nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data resmi otoritas bursa, valuasi pasar terkoreksi sebesar 4,68 persen atau setara dengan Rp581 triliun, sehingga kini berada di angka Rp11.825 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa Fluktuasi harga pasar tercermin dari penurunan aktivitas transaksi di berbagai instrumen.
"Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami perubahan sebesar 18,78 persen menjadi Rp18,82 triliun," ujar Kautsar dalam keterangannya di laman resmi BEI yang dikutip jumat 15 Mei 2026.
Arus Modal dan Aktivitas Transaksi
Peforma pasar pekan ini juga diwarnai oleh aksi jual bersih oleh investor non-residen. Pada penutupan perdagangan sejak Rabu 13 Mei , investor asing membukukan net sell sebesar Rp1,53 triliun.
Angka ini menambah panjang daftar arus modal keluar dari pasar saham domestik, yang secara kumulatif telah mencapai Rp40,82 triliun sepanjang tahun 2026.
Selain nilai transaksi, volume perdagangan harian juga menunjukkan kontraksi yang cukup dalam, yakni sebesar 22,01 persen menjadi 35,76 miliar lembar saham.
Meskipun demikian, frekuensi transaksi harian relatif stabil dengan hanya mengalami penurunan tipis 0,56 persen menjadi 2,53 juta kali transaksi.
Melemahnya indeks dipicu oleh tekanan pada sejumlah sektor utama. Sektor barang baku mencatatkan penurunan terdalam hingga 4,42 persen, disusul oleh sektor infrastruktur dan energi yang masing-masing terkoreksi 2,71 persen serta 1,61 persen.
Secara keseluruhan, mayoritas saham yang diperdagangkan berada di zona merah, dengan 416 saham mengalami pelemahan.










