TVRINews – Jakarta
Data BI: Harga Kebutuhan Pokok Melonjak Signifikan di Pasar Tradisional
Tren kenaikan harga komoditas pangan utama di pasar tradisional Indonesia mengalami akselerasi signifikan pada pembukaan bulan Mei.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang diakses pada Jumat 1 Mei 2026, Volatilitas harga terpantau menyasar sektor hortikultura, biji-bijian, hingga sumber protein hewani.
Laporan resmi melalui laman bi.go.id/hargapangan menunjukkan bahwa tekanan inflasi pangan kali ini didominasi oleh kelompok cabai.
Cabai rawit merah mencatatkan lonjakan drastis sebesar 31,15 persen, yang membawa harga komoditas ini menyentuh level rata-rata Rp84.000 per kilogram.
Lonjakan harga ini setara dengan kenaikan Rp19.900 dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Kondisi serupa terjadi pada cabai merah besar yang harganya meroket hingga Rp77.500 per kilogram, mengalami kenaikan signifikan sebesar 58,97 persen.
Sebaliknya, cabai rawit hijau menjadi satu-satunya anomali di kelompok ini dengan mencatatkan penurunan harga sebesar 5,61 persen menjadi Rp46.250 per kilogram.
Tekanan Berantai pada Kebutuhan Pokok
Selain komoditas pedas, sektor bawang juga memberikan beban tambahan bagi pengeluaran rumah tangga.
Harga bawang merah kini dibanderol Rp70.000 per kilogram setelah mengalami kenaikan tajam lebih dari 51 persen. Sementara itu, bawang putih melonjak ke angka Rp56.400 per kilogram.
Sektor beras, sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional, tidak luput dari tren penguatan harga. Kenaikan terjadi secara merata di seluruh lini kualitas:
• Beras Kualitas Super I: Menembus Rp20.950 per kilogram (naik 20,75%).
• Beras Kualitas Medium I: Berada di level Rp19.100 per kilogram (naik 18,63%).
• Beras Kualitas Bawah I: Tercatat di angka Rp17.700 per kilogram.
Kenaikan ini mengindikasikan adanya tekanan pasokan atau distribusi yang cukup berat di berbagai wilayah Indonesia pada awal kuartal kedua tahun ini.
Protein Hewani dan Komoditas Rumah Tangga
Lonjakan harga juga merambah ke komoditas protein. Daging ayam ras kini diperdagangkan di angka Rp52.150 per kilogram, atau naik sepertiga dari harga sebelumnya.
Sementara telur ayam ras mengalami kenaikan moderat di angka Rp41.600 per kilogram.
Di sektor daging merah, daging sapi kualitas I dan II masing-masing bertahan di level Rp161.400 dan Rp154.250 per kilogram.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, gula pasir dan minyak goreng turut memperlihatkan tren naik.
Gula pasir kualitas premium kini dipasarkan seharga Rp26.600 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp28.400 per kilogram.










