TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat industri event nasional sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kreatif. Penguatan tersebut dilakukan melalui perbaikan data industri, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan instrumen pengukuran dampak ekonomi penyelenggaraan event.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Riefky saat menerima audiensi Aliansi Industri Event Nasional di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk membangun industri event yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang terukur.
"Selama ini Kementerian Ekraf berupaya mengurai berbagai permasalahan yang ada di ekosistem ekonomi kreatif. Apa yang disampaikan Aliansi Industri Event Nasional hari ini semakin memperjelas kebutuhan akan pendekatan yang komprehensif dan kolaborasi untuk membangun industri yang berkualitas, berkelanjutan, terukur, dan berdampak," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, industri event memiliki posisi strategis karena menjadi ruang kolaborasi berbagai subsektor ekonomi kreatif sekaligus mampu menggerakkan aktivitas ekonomi secara luas. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan data industri dan instrumen pengukuran agar kontribusi sektor event terhadap perekonomian nasional dapat diukur secara lebih akurat.
"Setiap program yang menggunakan anggaran negara tentu perlu melihat hasil yang dihasilkan. Karena itu, kita perlu memperkuat cara mengukur kontribusi ekonomi kreatif, termasuk event, agar dampaknya dapat terbaca secara lebih terukur," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Aliansi Industri Event Nasional yang terdiri atas IVENDO, Forum Backstagers Indonesia, APMI, AFJI, IMARINDO, Rental Indonesia, serta perwakilan event owner menyerahkan *White Paper* Kebijakan Industri Event Indonesia. Dokumen tersebut memuat berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat fondasi industri event nasional.
Ketua Umum Forum Backstagers Indonesia, Andro Rohmana, mengatakan industri event memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi dan kreativitas, namun masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengakuan kelembagaan, klasifikasi usaha, standardisasi profesi, hingga pengukuran dampak ekonomi.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menteri Riefky memastikan Kementerian Ekraf akan menindaklanjutinya melalui pembahasan teknis bersama unit terkait. Langkah tersebut meliputi penguatan data industri, peningkatan kompetensi dan sertifikasi SDM, pengembangan instrumen pengukuran dampak ekonomi event, hingga peluang kolaborasi dalam rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.










