TVRINews – Jakarta
BI Catat Fluktuasi Komoditas Strategis Nasional, Cabai Rawit Merah Tembus Rp71.400
Tren pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar domestik terus menunjukkan Tren Harga yang tinggi.
Laporan terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia per Sabtu, 16 Mei 2026, memperlihatkan adanya dinamika koreksi harga sekaligus tekanan inflasi baru pada sejumlah komoditas pangan utama di tingkat eceran jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Sektor hortikultura masih menjadi motor utama penggerak fluktuasi pasar. Komoditas cabai rawit merah mengalami lonjakan tajam sebesar 9,26 persen atau naik Rp6.050, sehingga kini bertengger di level Rp71.400 per kilogram. Lonjakan ini mempertegas ketatnya pasokan komoditas pedas tersebut di pasaran.
Sebaliknya, beberapa komoditas dapur lainnya justru mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Bawang merah ukuran sedang kini melandai ke angka Rp46.200 per kilogram setelah mengalami koreksi sebesar 1,28 persen. Langkah penurunan ini juga diikuti oleh bawang putih ukuran sedang yang turun 1,02 persen menjadi Rp38.750 per kilogram.
Koreksi Harga Beras dan Protein Redam Tekanan pasar
Di tengah lonjakan harga cabai, sektor pangan pokok seperti beras secara umum mengalami deflasi struktural yang cukup melegakan konsumen. Otoritas moneter mencatat mayoritas varian beras mengalami penurunan harga:
• Varian Super: Beras kualitas super I turun 2,88 persen menjadi Rp16.850 per kilogram, diikuti kualitas super II yang melandai 2,96 persen ke posisi Rp16.400 per kilogram.
• Varian Medium: Untuk kualitas medium I terkoreksi ke angka Rp15.850 per kilogram dan medium II menyusut ke tingkat Rp15.550 per kilogram.
• Varian Bawah: Kategori bawah I turun menjadi Rp14.150 per kilogram, meskipun varian bawah II mengalami sedikit anomali dengan kenaikan tipis 0,69 persen ke harga Rp14.650 per kilogram.
Sementara itu, pergeseran harga juga terjadi pada sektor pemenuhan protein masyarakat.
Daging sapi kualitas I dan II mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,67 persen dan 2,05 persen, sehingga diperdagangkan pada level Rp143.850 dan Rp136.400 per kilogram.
Telur ayam ras segar juga ikut mendingin ke angka Rp30.300 per kilogram setelah menyusut 2,73 persen.
Namun, tidak semua produk protein mengalami relaksasi. Harga daging ayam ras segar justru merangkak naik sebesar 3,32 persen atau bertambah Rp1.300, menempatkan posisinya di angka Rp40.400 per kilogram.
Komoditas Pabrikan Bergerak Variatif
Pada sektor komoditas olahan pabrik, harga gula pasir bergerak stabil cenderung turun. Gula pasir kualitas premium kini dibanderol Rp19.950 per kilogram menyusul koreksi sebesar 1,24 persen, sedangkan untuk gula pasir lokal berada di posisi Rp19.050 per kilogram.
Tantangan berikutnya datang dari sektor minyak nabati yang masih bergerak bervariasi. Minyak goreng curah tercatat mengalami kenaikan tipis 0,24 persen menjadi Rp20.700 per liter.
Situasi serupa terjadi pada minyak goreng kemasan bermerek I yang naik 1,89 persen ke angka Rp24.250 per liter, sementara untuk versi kemasan bermerek II sedikit melandai ke level Rp22.950 per liter.
Dinamika naik-turunnya harga komoditas strategis ini diprediksi akan memperkuat urgensi intervensi dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama pemerintah pusat guna memastikan kelancaran rantai pasok global dan domestik tetap terjaga dengan baik.










