TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyebut industri esports kini berkembang pesat dan telah merambah banyak sektor sehingga membutuhkan kolaborasi lintas pihak.
“Gim hari ini bukan hanya produk hiburan, tetapi juga platform yang menghubungkan budaya, teknologi, kreativitas, dan peluang ekonomi," kata Teuku Rifky, dikutip dari siaran persnya, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia mengatakan Indonesia memiliki ekosistem gim yang besar dan dinamis. Generasi muda Indonesia dinilai tidak hanya aktif sebagai pemain, tetapi juga berkembang sebagai kreator konten, streamer, talenta esports, penyelenggara acara, musisi, hingga pengembang gim.
Menurut Teuku Riefky Riot Games juga memiliki kedekatan kuat dengan generasi muda Indonesia melalui berbagai gim populer seperti VALORANT dan League of Legends.
Oleh karena itu, Kementerian Ekraf mendorong keterlibatan kreator lokal dalam berbagai aktivasi Riot Games di Indonesia, mulai dari subsektor musik, ilustrasi, visual art, fesyen, hingga intellectual property (IP) lokal.
“Kami melihat esports memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, produksi acara, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Karena itu, Indonesia perlu mengambil peluang ini secara serius dan terukur,” ujarnya.
Kemenekraf bersama Riot Games juga menjajaki potensi kolaborasi dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Oktober mendatang. Forum internasional tersebut akan menghadirkan berbagai agenda ekonomi kreatif global, termasuk subsektor gim dan konten digital melalui program Screenverse.
Head of VALORANT Esports Product Riot Games, Jake Sin, menyampaikan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam perkembangan ekosistem VALORANT di kawasan APAC (Asia-Pacific). Menurutnya, antusiasme komunitas serta prestasi tim esports Indonesia menunjukkan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam kompetisi esports internasional.
“Indonesia merupakan salah satu region terkuat di VALORANT APAC saat ini. Kami ingin membuka jalur kompetitif yang lebih luas agar talenta Indonesia memiliki akses menuju panggung internasional dan global,” ujar Jake Sin.
Riot Games turut menyampaikan rencana pengembangan Valorant Champions Tour (VCT) di kawasan Asia Pasifik, termasuk pembentukan jalur kompetisi profesional independen untuk Indonesia mulai 2027 serta potensi penyelenggaraan turnamen tingkat APAC di Indonesia pada 2028.










