TVRINews, Jakarta
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan industri modest fashion nasional di pasar dalam dan luar negeri.
“Kemendag berupaya menciptakan pasar untuk industri fesyen. Pasar fesyen domestik kita besar, maka harus kita manfaatkan dengan mengembangkan produk-produk fesyen kita sendiri. Modest fashion terbukti memiliki potensi besar, sehingga harus dimaksimalkan di dalam sekaligus luar negeri,” ujar Budi dikutip dari siaran persnya, Jumat, 16 Oktober 2026.
Salah satu upaya Kemendag di pasar dalam negeri adalah mendorong kemitraan ritel. Upaya ini ditempuh melalui kerja sama dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).
Pelaku usaha fesyen berkesempatan untuk melakukan penjajakan bisnis (business matching) dengan ritel modern anggota HIPPINDO. Tujuannya, agar produk fesyen nasional yang berdaya saing dapat masuk ke jaringan toko serba ada (department store) dan mal.
Sementara itu, untuk mendorong ekspor, Kemendag memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan (perwadag) RI di luar negeri. Para perwadag RI ini akan memfasilitasi pelaku usaha Indonesia dalam business matching secara daring bersama buyer dari negara tujuan ekspor. Mendag Busan optimistis langkah ini dapat lebih mendorong kinerja ekspor produk fesyen Indonesia.
“Produk fesyen kita makin banyak diminati di luar negeri. Kemendag tidak henti-hentinya mempromosikan produk kita melalui perwadag RI di luar negeri. Jika tertarik untuk ekspor, silakan langsung bergabung dan ikuti business matching. Bapak dan Ibu cukup presentasi daring, kemudian perwakilan perdagangan RI di luar negeri akan mencarikan buyer,” kata Budi.
Modest fashion menjadi salah satu sektor potensial Indonesia. Pada Januari—Agustus 2026, ekspor modest fashion Indonesia ke dunia mencapai USD 5,97 miliar atau tumbuh 2,89 persen (yoy). Sebelumnya, pada 2025, nilai ekspor modest fashion Indonesia mencapai USD 8,67 miliar atau naik 3 persen dibanding 2024.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/26, belanja konsumen muslim dunia untuk pakaian dan alas kaki mencapai USD 347 miliar pada 2024. Nilai ini diproyeksikan naik menjadi USD 444 miliar pada 2029 mendatang. Laporan tersebut juga menempatkan Indonesia di peringkat pertama dunia dalam sektor modest fashion pada 2025.










