TVRINews, Jakarta
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan penyelesaian 21 program kerja prioritas hingga akhir tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu 23 Juli 2025.
Dony menjelaskan bahwa program-program tersebut telah diklasifikasikan berdasarkan urgensi dan nilai strategisnya, serta melalui proses diskusi intensif dengan DPR selama dua hari.
"Selama lima bulan ke depan, kami optimistis bisa menuntaskan 21 program kerja yang telah kami bahas secara detail dengan Komisi VI," ujar Dony di hadapan anggota dewan, dikutip Rabu 23 Juli 2025.
Dari total 21 program itu, Danantara memfokuskan langkah kerja ke dalam tiga bidang utama: restrukturisasi sektor strategis, konsolidasi dan penyederhanaan bisnis BUMN, serta pengembangan usaha baru.
Restrukturisasi Sektor Strategis
Pada bidang restrukturisasi, Danantara akan menata ulang sejumlah lini bisnis penting seperti maskapai penerbangan, manufaktur baja, kereta api cepat, dan sektor asuransi. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha di sektor-sektor tersebut.
Konsolidasi Bisnis BUMN
Sementara itu, dalam upaya konsolidasi dan streamlining bisnis, Danantara akan menggabungkan sejumlah entitas BUMN yang bergerak di sektor sejenis. Langkah ini mencakup konsolidasi bisnis karya (konstruksi), pupuk, rumah sakit, hotel, gula, hilirisasi minyak, asuransi, manajemen aset, hingga kawasan industri.
Pengembangan Bisnis Baru
Di bidang pengembangan usaha, Danantara berencana memperluas cakupan bisnisnya ke sektor koperasi, pangan, industri baterai, perbankan syariah, telekomunikasi, semen, serta galangan kapal. Transformasi model bisnis juga akan dilakukan di beberapa sektor untuk menjawab kebutuhan zaman.
Untuk menunjang pelaksanaan seluruh program tersebut, Danantara juga akan menuntaskan sejumlah kebijakan tata kelola internal, mulai dari sistem manajemen risiko, keuangan, hingga penguatan SDM dan aspek hukum.
"Kami tengah merampungkan prosedur-prosedur penting terkait human capital, keuangan, legal, dan manajemen risiko sebagai pondasi bagi operasional Danantara Aset Manajemen," tuturnya.










