TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan media siber memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Menurut Riefky, ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bertumpu pada kreativitas, inovasi, dan kekuatan budaya lokal. Dalam konteks tersebut, media siber dinilai memiliki posisi penting sebagai jembatan yang menghubungkan karya kreatif dengan pasar yang lebih luas.
"Sekarang kita berada dalam era ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Negara-negara yang ekonomi kreatifnya berkembang tentu negara yang memiliki akar budaya kuat seperti Indonesia yang bisa mengubah kreativitas media menjadi kekuatan ekonomi," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat fondasi setiap subsektor ekonomi kreatif melalui pengembangan data, akses pembiayaan, peluang pelatihan, penguatan kekayaan intelektual, hingga pembentukan ekosistem yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi dengan media siber juga dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia di era digital.
Riefky menambahkan, mayoritas pelaku ekonomi kreatif berasal dari kalangan generasi muda yang akrab dengan teknologi digital. Karena itu, media siber dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas akses informasi, meningkatkan kapasitas talenta kreatif, serta mempromosikan potensi ekonomi kreatif daerah ke tingkat nasional maupun global.
"Ekonomi kreatif bisa menjadi solusi untuk menyerap tenaga kerja generasi muda sekaligus menopang kelas menengah. Tantangannya adalah bagaimana negara menghadirkan regulasi yang berpihak pada produk, karya, dan talenta kreatif yang semakin berkualitas dan kompetitif," ucapnya.










