TVRINews, Jakarta
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) industri guna mendukung daya saing sektor manufaktur nasional di tengah percepatan transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi tenaga pendidik vokasi sekaligus menyiapkan talenta muda Indonesia untuk berkompetisi pada ajang WorldSkills ASEAN 2027.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pembangunan SDM industri yang unggul menjadi faktor penting dalam menjaga kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional. Pada triwulan I 2026, industri pengolahan nonmigas tercatat menyumbang 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 20,26 juta tenaga kerja.
“Pengakuan global terhadap kualitas lulusan vokasi Indonesia menjadi modal penting dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di mata dunia. Langkah penyiapan talenta melalui ekosistem pelatihan teknologi tinggi merupakan bagian nyata dari upaya pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus mengakselerasi transformasi Making Indonesia 4.0,”ujar Agus dalam keterangan yang diterima tvrinews, Jumat, 12 Juni 2026.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin bekerja sama dengan PT Festo menyelenggarakan Workshop Industry 4.0 Skills-1 secara daring pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas guru dan dosen di lingkungan pendidikan vokasi industri Kemenperin.
Kepala BPSDMI Kemenperin, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi seperti digitalisasi, otomasi, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan sistem manufaktur cerdas telah mengubah kebutuhan industri global. Karena itu, lembaga pendidikan vokasi harus mampu menyesuaikan diri agar dapat menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
“BPSDMI Kemenperin terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri melalui penguatan kompetensi guru dan dosen, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta perluasan kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan dunia industri global,”ungkap Doddy.
Ia menambahkan, workshop tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai teknologi manufaktur modern, tetapi juga menjadi bagian dari proses identifikasi dan pembinaan talenta yang berpotensi mewakili Indonesia dalam kompetisi WorldSkills ASEAN 2027 pada bidang industri 4.0.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari PT Festo. Didactic Manager PT Festo, Safri Susanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi industri nasional melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik vokasi.
“Melalui pembekalan sistem otomasi cerdas dan digitalisasi proses manufaktur ini, kami ingin memastikan para guru dan dosen memiliki kapabilitas berstandar global sehingga mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di era industri masa depan,”kata Safri.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, berharap para peserta workshop dapat memperdalam pemahaman mengenai penerapan teknologi industri 4.0, khususnya di bidang otomasi dan digitalisasi manufaktur.
“Kami juga mengharapkan para guru dan dosen yang telah mengikuti workshop ini dapat melakukan seleksi terhadap siswa dan mahasiswa potensial untuk dipersiapkan mewakili Indonesia dalam ajang WorldSkills ASEAN Tahun 2027 pada bidang lomba industri 4.0,”kata Wulan.
Kemenperin mencatat, pada 2025 unit pendidikan vokasi yang berada di bawah pembinaan BPSDMI berhasil meluluskan 5.472 lulusan kompeten dengan tingkat penyerapan kerja yang tinggi di sektor manufaktur.
Melalui penguatan pendidikan vokasi dan kemitraan dengan industri global, Kemenperin optimistis dapat terus mencetak SDM industri yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing internasional untuk mendukung transformasi industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.










