TVRINews – Jakarta
Pasokan Logistik Antarwilayah Diguyur ke Maluku Utara Jelang Libur Akhir Tahun
Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi mengirimkan tujuh ton komoditas cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur, menuju Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, guna memangkas disparitas harga yang tajam sekaligus mengamankan ketersediaan stok pangan menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 27 Oktober 2026 lalu, harga cabai rawit di wilayah Halmahera Utara sempat melambung tinggi hingga menyentuh kisaran Rp150.000 per kilogram. Melalui intervensi distribusi ini, pemerintah pusat berupaya menyeimbangkan neraca pasokan antara wilayah sentra produksi dan daerah yang mengalami defisit.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa konektivitas perdagangan antardaerah merupakan instrumen penting untuk meredam gejolak harga. Kolaborasi ini melibatkan Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara serta dukungan penuh Badan Pangan Nasional (Bapanas) lewat program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP)
.
"Melalui fasilitasi ini, kami berharap tambahan pasokan dapat menjaga keseimbangan harga, serta memastikan masyarakat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," ujar Budi melalui lama resmi Kemendag RI Jumat 30 Oktober 2026.
Sinergi Pengendalian Inflasi Daerah
Menanggapi intervensi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Halmahera Utara, Nyoter Koenoe, menyampaikan apresiasi atas uluran tangan pemerintah pusat. Pihaknya optimistis suntikan komoditas dari Jawa Timur mampu meredوزيع gelombang kenaikan harga di pasaran lokal.
"Tambahan pasokan dari Jawa Timur diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan harga cabai yang telanjur melonjak. Kami harap, tambahan pasokan tersebut dapat menekan harga hingga di bawah Rp100.000 per kilogram," ungkap Nyoter.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan bahwa pola Kerja Sama Antardaerah (KAD) semacam ini krusial dalam menekan angka inflasi nasional. Pemerintah secara aktif mempertemukan wilayah dengan tingkat harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan daerah yang mengalami surplus produksi.
"Kerja sama pengiriman cabai rawit dari Jawa Timur ke Halmahera Utara dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya dalam melaksanakan kerja sama antardaerah sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi di wilayah masing-masing," kata Iqbal menambahkan.
Guna mengantisipasi kendala logistik, Kemendag memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk pemanfaatan jalur udara demi menjaga kesegaran komoditas hortikultura yang memiliki daya tahan relatif singkat.
Upaya penguatan logistik nasional ini turut disokong program Gerai Maritim, pemanfaatan Tol Laut, serta pengawasan arus barang berbasis digital melalui Indonesia National Single Window (INSW) guna memastikan efisiensi rantai pasok secara berkelanjutan.










