TVRINews, Jakarta
Rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026 pagi. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah turun 0,16 persen ke posisi Rp17.860 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS yang masih ditopang kebijakan moneter ketat (hawkish) dari bank sentral Federal Reserve (The Fed).
Indeks dolar AS tercatat bertahan di level 101,01. Sementara itu, harga minyak mentah dunia mulai mereda dan bergerak di bawah level 80 dolar AS per barel.
Kombinasi penguatan dolar AS dan pelemahan harga minyak tersebut memberikan sentimen yang beragam terhadap pergerakan mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.
Hingga awal perdagangan, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed serta dinamika ekonomi global yang memengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang.










