TVRINews, Jakarta
Cabai Merah dan Bawang Merah Melonjak, Daya Beli Warga Tertekan.
Pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia dihadapkan pada gelombang kenaikan harga bahan pokok yang signifikan pada awal Agustus 2026. Berdasarkan laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS Nasional) per Selasa, 4 Agustus 2026, tekanan inflasi domestik kian terasa akibat lonjakan tajam pada komoditas hortikultura dan protein hewani, yang memicu kekhawatiran di kalangan konsumen rumah tangga.
Kenaikan paling ekstrem tercatat pada komoditas cabai merah besar. Harga komoditas tersebut meroket hingga menembus angka Rp77.500 per kilogram, mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 57,84 persen atau setara dengan tambahan biaya sebesar Rp28.400 dari periode sebelumnya.
Tekanan serupa juga melanda sektor bumbu dapur utama. Bawang merah ukuran sedang kini diperdagangkan pada kisaran Rp60.650 per kilogram setelah mengalami kenaikan 48,65 persen, sementara bawang putih menyusul di level Rp57.500 per kilogram atau naik 36,09 persen.
Sementara itu Daging sapi kualitas primer kini dipatok seharga Rp172.500 per kilogram, diikuti oleh daging ayam ras segar yang berada di level Rp47.500 per kilogram. Komoditas telur ayam ras turut mengalami penyesuaian harga menjadi Rp36.350 per kilogram, yang semakin membebani anggaran belanja harian masyarakat.
Sendangkan omoditas beras di pasar tradisional tetap bertahan pada rentang harga tinggi antara Rp15.900 hingga Rp19.400 per kilogram bergantung pada kelas mutunya.
Kendati demikian, secercah ketenangan terlihat pada komoditas minyak goreng curah yang justru mencatatkan tren koreksi harga tipis sebesar 3,66 persen menjadi Rp19.750 per kilogram, berbanding terbalik dengan minyak goreng kemasan bermerek yang tetap melanjutkan tren kenaikan.









