
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (Tangkap Layar Youtube Setpres)
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan berada di atas standar minimum. Kepastian ini disampaikan Bahlil dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Selasa, 31 Maret 2026.
Bahlil menjelaskan bahwa pasokan solar, bensin, gas, avtur, hingga LPG saat ini terjaga dengan baik meskipun situasi geopolitik global masih mengalami ketegangan. Menurutnya, kondisi cadangan energi Indonesia tetap stabil berkat arahan langsung dari Presiden.
“Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimum nasional, baik itu solar maupun bensin, termasuk dengan gas, termasuk dengan avtur, termasuk juga dengan LPG,” kata Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil membawa kabar baik mengenai produksi solar nasional. Ia memproyeksikan Indonesia akan mengalami surplus solar pada tahun ini seiring dengan implementasi program B50 dan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur.
Terkait kebijakan harga, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah memutuskan tidak ada perubahan harga untuk BBM subsidi. Harga BBM subsidi dipastikan tetap atau flat sesuai dengan harga yang berlaku saat ini.
“Penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik ataupun turun, artinya flat, masih pakai harga sekarang. Untuk BBM yang non-subsidi, sampai dengan hari ini kami dengan tim Pertamina maupun dengan SPBU-SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai. Nah, waktunya kapan? Tunggu dulu,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa harga BBM non-subsidi seperti Pertadex atau solar kualitas tinggi juga belum mengalami penyesuaian harga. Mengingat fluktuasi harga minyak dunia yang dinamis, pemerintah akan terus melakukan kajian secara berkala sesuai perkembangan global.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil meminta masyarakat untuk hanya memercayai informasi resmi yang bersumber dari pemerintah guna menjaga stabilitas nasional. Ia juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan cara mengonsumsi BBM secara wajar dan bijak.
“Kita membutuhkan dukungan kerjasama dari masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak. Dalam pandangan kami, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter, itu tanknya sudah penuh,” tambah Bahlil.
Menutup keterangannya, Bahlil menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah melindungi kepentingan masyarakat menengah ke bawah melalui ketersediaan anggaran subsidi yang telah disiapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan.
Editor: Redaktur TVRINews
