TVRINews – Jakarta
Rencana IPO Korporasi Negara untuk Perkuat Tata Kelola dan Transparansi Publik.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengambil langkah strategis guna memperkuat tata kelola korporasi negara. Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari berbagai sektor dipersiapkan untuk mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal mulai tahun 2027.
Langkah korporasi ini dirancang bukan sekadar untuk memperluas akses pendanaan, melainkan sebagai instrumen pengawasan eksternal yang lebih ketat. Dengan melantai di bursa saham, pengelolaan perusahaan negara akan terbuka bagi pengawasan publik, pemegang saham, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa proses awal dan pembahasan intensif terkait rencana tersebut telah mulai berjalan.

(CEO Danantara, Rosan Roeslani. [Foto: Youtube Ekonomi Summit 2026])
"Kita sudah mulai pembahasan dan sudah memulai tahapan-tahapannya di Danantara dan BUMN," ujar Rosan saat menghadiri acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu 7 Oktober 2026
Rosan menambahkan, pemilihan perusahaan yang akan masuk ke lantai bursa didasarkan pada identifikasi komprehensif yang ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. Perusahaan-perusahaan terpilih ini nantinya tidak hanya berasal dari satu bidang saja, melainkan mencakup sektor finansial, infrastruktur, hingga pertambangan yang dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi investor domestik maupun internasional.
Kebijakan strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda bagi perekonomian nasional. Selain mendongkrak nilai tambah operasional perusahaan, keterlibatan masyarakat luas sebagai pemegang saham memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara merata oleh publik.










