TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan kuliner Indonesia merupakan instrumen diplomasi budaya yang efektif untuk memperkenalkan identitas bangsa ke panggung dunia. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Restoran Sederhana Singapura di kawasan Kampong Glam, Singapura.
Menurut Riefky, kehadiran Restoran Sederhana di luar negeri menjadi bukti bahwa jenama lokal Indonesia memiliki daya saing global tanpa harus meninggalkan akar budayanya.
(Foto: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya)
"Kehadiran Restoran Sederhana di Singapura menunjukkan bahwa jenama Indonesia siap bersaing di pasar internasional tanpa kehilangan akar budayanya. Bagi kami, kuliner bukan sekadar makanan, tetapi juga instrumen diplomasi budaya untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Selasa, 16 Juni 2026.
Restoran Sederhana Singapura yang dikelola PT Global Minang Ventura (GMV) berlokasi di 738 North Bridge Road, Kampong Glam, salah satu kawasan budaya dan destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara.
Sebelum diresmikan, restoran tersebut telah menjalani masa uji coba operasional sejak 29 Mei 2026 dan mendapat sambutan positif dari warga lokal serta diaspora Indonesia di Singapura.
Riefky menilai ekspansi Restoran Sederhana tidak hanya memperkuat posisi kuliner Indonesia di tingkat internasional, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi produk dan pelaku ekonomi kreatif lainnya untuk masuk ke rantai pasok global dan pasar ekspor.
"Kami ingin melihat semakin banyak jenama Indonesia mendunia. Restoran Sederhana menunjukkan bahwa pegiat ekonomi kreatif Indonesia mampu memperluas pasar global dan menjadi contoh bagaimana kekayaan intelektual lokal dapat tumbuh menjadi juara di tingkat internasional," ucapnya.
Restoran Sederhana merupakan pionir kuliner Padang yang berdiri sejak 1972 dan kini telah memiliki sekitar 200 gerai. Melalui GMV sebagai pemegang lisensi dan pengelola merek, ekspansi internasional akan terus dilanjutkan setelah Singapura dengan pembukaan gerai baru di Melbourne, Australia.
Pemerintah melalui Kementerian Ekraf sebelumnya telah mendukung langkah ekspansi tersebut sejak 2025. Dukungan diberikan melalui fasilitasi partisipasi GMV dalam Program Business Matching Culinary di Sydney, serta penguatan operasional dan sumber daya manusia untuk mendukung pengembangan usaha di luar negeri.
Di tengah kontribusi ekonomi kreatif yang mencapai sekitar Rp1.600 triliun terhadap PDB nasional, subsektor kuliner dinilai menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi sekaligus sarana strategis untuk memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
Kehadiran Restoran Sederhana di Kampong Glam juga memiliki nilai historis. Kawasan tersebut selama puluhan tahun dikenal melalui Warung Pariaman, salah satu ikon kuliner Indonesia di Singapura yang menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas bangsa dan generasi. Dengan hadirnya Restoran Sederhana, warisan kuliner Indonesia di Negeri Singa diharapkan terus berlanjut dan semakin dikenal masyarakat dunia.










